Kamis, 28 Agustus 2014

Puluhan kepala sekolah pacitan plesir ke Thailand

Sabtu, 23 Juni 2012 20:12 WIB | 2.897 Views
Pacitan, 23/6 (ANTARA) - Dewan Pendidikan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mengkritik acara plesiran puluhan kepala sekolah dan mantan kepala sekolah tingkat SMP di daerah itu yang bertamasya ke Negeri Gajah Putih, Thailand.

"Bertamasya ke luar negeri di saat mutu pendidikan di daerah jeblok, itu sungguh tidak etis," kritik Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pacitan, Sulijanto, Sabtu.

Aktivis pendidikan ini juga mengungkit kondisi perekonomian masyarakat Pacitan yang sampai saat ini rata-rata masih tergolong miskin. Meski sudah mentas dari kategori daerah tertinggal, angka kemiskinan di daerahnya masih cukup tinggi.

Menurut Sulijanto, kondisi tersebut harusnya menjadi pertimbangan para kepala sekolah maupun mantan kepala sekolah tingkat SMP untuk mempertimbangkan kembali keputusannya bepergian ke luar negeri.

Apalagi, kondisi pendidikan di Kabupaten Pacitan sampai saat ini tak kunjung membaik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, lanjut Sulijanto, hasil ujian nasional (UN) tahun ini justru lebih buruk dari tahun lalu (2011), yakni dari sembilan (9) siswa tidak lulus sekarang 38 siswa.

Keberangkatan sekitar 30 pejabat kepala sekolah dan mantan kepala sekolah ke Thailand menjadi bahan pergunjingan sejumlah warga Pacitan, terutama dari kalangan keluarga pendidik dan masyarakat kelas menengah setempat.

Kritik bernada kecaman muncul karena diduga rombongan kepala sekolah maupun yang sudah pensiun tersebut berangkat secara sembunyi-sembunyi.

Informasi yang berkembang, para kepala sekolah dan rombongan berangkat dari Pacitan tidak serempak, melainkan sendiri-sendiri dengan tujuan Yogyakarta atau Jakarta, Jumat (22/6).

Selanjutnya, dengan menggunakan jasa travel wisata mereka kemudian terbang bersama-sama menuju Negeri Gajah Putih, Thailand, dan tinggal selama beberapa hari.

Untuk keperluan bertamasya ke Negeri Gajah Putih itu mereka mengeluarkan biaya antara Rp6,5 juta hingga Rp7 juta per orang.

Meski tidak dapat mencegah agenda itu, Sulijanto menegaskan keprihatinannya terhadap keputusan berlibur ke luar negeri tersebut. Ia juga menyayangkan lambatnya kordinasi yang dilakukan para kepala sekolah, karena pihaknya baru diajak rembukan ketika mendekati hari H keberangkatan.

(ANT-130)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca