Kamis, 2 Oktober 2014

RI-Ekuador jajaki peluang kerja sama energi

Minggu, 24 Juni 2012 14:28 WIB | 2.731 Views
RI-Ekuador jajaki peluang kerja sama energi
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ANTARA)
Hubungan antara Indonesia dan Ekuador baik dan terus berkembang tapi menurut saya masih ada ruang untuk meningkatkan kembali
Quito (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Ekuador menjajaki sejumlah peluang kerja sama di bidang energi, pertanian, kehutanan, telekomunikasi, dan upaya mengatasi kejahatan transnasional.

Penjajakan peluang peningkatan kerja sama bilateral itu dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Rafael Correa Delgado di Istana Carondelet, Quito, Ekuador, Sabtu waktu setempat.

"Hubungan antara Indonesia dan Ekuador baik dan terus berkembang tapi menurut saya masih ada ruang untuk meningkatkan kembali," kata Presiden Yudhoyono.

Presiden kemudian mencontohkan sejumlah peluang kerja sama antara lain di bidang energi dan pertambangan, pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup, telekomunikasi, upaya mengatasi kejahatan lintas batas dan kerja sama di forum global. Namun pada kesempatan itu tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai peluang masing-masing kerja sama tersebut.

"Saya senang pembicaraan (bilateral) sangat produktif dan kita ingin mengimplementasikannya di waktu mendatang," katanya.

Kepala Negara kemudian memuji sambutan ramah Ekuador dalam kunjungan kenegaraan pertama Presiden Republik Indonesia di salah satu negara Amerika Latin itu.

Sementara itu Presiden Correa menyampaikan harapannya untuk peningkatan kerja sama kedua negara. Ia terutama menggarisbawahi kerja sama di bidang perminyakan, keamanan, dan kelautan.

"Ekuador memiliki kawasan laut lima kali daratan sehingga kita memiliki potensi besar untuk dikembangkan," katanya seraya mengemukakan harapannya Indonesia dapat berbagi pengalaman sebagai negara dengan 17 ribu pulau.

Hubungan diplomatik RI-Ekuador dibuka pada 29 April 1980. Indonesia membuka kantor kedutaan di Quito, ibu kota Ekuador, pada 11 November 2010, namun Dubes Saut Maruli Gultom baru resmi menempati posnya pada 15 Maret 2012. Sedangkan Dubes Ekuador untuk Indonesia Alberto Calderon Ledesma resmi diangkat pada 1 Februari 2010.
(G003/Z002) 

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga