Jakarta (ANTARA News) - Meskipun telah ditetapkan sebagai satwa langka yang dilindungi, populasi badak di alam liar terus berkurang dengan tren yang mengarah kepada kepunahan.

Bersama dengan gajah, saat ini badak adalah binatang yang paling diburu di dunia atas berbagai alasan.

Penyebab utama perburuan terhadap badak adalah karena harga culanya yang bisa mencapai hingga 60.000 dolar Amerika atau sekitar Rp558 juta per kilogram di pasar gelap.

Cula badak banyak dicari di negara-negara Asia, terutama China dan Viet Nam. Menurut laporan Sekretariat CITES permintaan pasar gelap akan cula badak dipicu oleh rumor bahwa cula badak bisa menjadi obat kanker--meskipun hingga kini belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

Cula badak pun dihargai tinggi di pasar gelap karena dianggap bisa menjadi obat kuat bagi pria dewasa.

Badak juga terancam kepunahan akibat pembukaan lahan yang demikian masif di kawasan Asia dan Afrika. Terganggunya habitat membuat badak kesulitan mencari makan dan tempat berlindung.

Ada pula faktor rasio betina dan jantan yang 1:1 sehingga pejantan kerap bertarung memperebutkan betina dan terluka atau bahkan mati.
(E012)