Kamis, 2 Oktober 2014

Pembinaan olahraga layar belum merata

Senin, 25 Juni 2012 00:50 WIB | 2.658 Views
Anyer, Banten (ANTARA News) - Pembinaan olahraga layar belum merata di seluruh Indonesia karena belum masuk prioritas.

"Olahraga layar ini belum masuk skala prioritas, hanya di beberapa daerah tertentu yang didukung pemerintah daerahnya misalnya Jakarta," kata Ketua Bidang Wasit Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PB PORLASI), Humphry Sinyal.

Dia mengemukakan hal itu di sela-sela turnamen "Krakatau Steel Open Regatta" Minggu.

Menurut Humphry, kejuaraan olahraga layar yang digelar di Indonesia belum banyak karena membutuhkan biaya yang cukup besar.

Ia menjelaskan, kapal untuk olahraga layar paling murah berharga sekitar 60 juta, belum lagi penggunaan bensin rata-rata 25 liter perhari.

Hal itu juga yang menyebabkan olahraga layar masih dianggap sebagai cabang olahraga untuk kalangan tertentu.

"Rata-rata para atlet mencari sponsor sendiri dari perusahaan atau pemerintah daerah, biaya sendiri atau ikut klub. Yang membuat miris, pemerintah melihat cabang olahraga disamaratakan untuk pembagian anggaran, tidak melihat kebutuhannya. Padahal olahraga ini kan mahal," katanya.

Sebagai negara bahari yang memiliki wilayah laut terluas di wilayah Asia Tenggara, prestasi olahraga layar Indonesia masih kalah dengan Thailand, Singapura, dan Malaysia.

"Kalau perhatian dari masyarakat dan pemerintah bisa lebih dari sekarang, saya optimis kita berpotensi menjadi juara dunia," ujar Humphry.

Pada turnamen ""Krakatau Steel Open Regatta" yang digelar di Anyer, Banten, DKI Jakarta mendominasi perolehan mendali emas. Sebanyak tujuh atlet layar DKI Jakarta keluar sebagai yang terbaik dalam 11 kelas dari tujuh nomor lomba yang dipertandingkan.

"Pemerintah DKI Jakarta sangat mendukung, tetapi tidak terjadi di semua daerah. Belum merata karena tergantung pemda-nya. Olahraga layar itu olahraga mahal," kata atlet layar asal DKI Jakarta, Dewi Setyawati, yang akan bertolak ke Thailand pada akhir Juli untuk latihan menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau.

(M047)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga