Jakarta (ANTARA News) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengisyaratkan DPR sudah memberikan persetujuan tambahan penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Merpati Nusantara Airlines sekitar Rp200 miliar.

"Bukankah tambahan PMN ini sudah disetujui oleh DPR," kata Dahlan saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, terkait dengan permintaan tambahan PMN dari BUMN aviasi tersebut.

Namun, Dahlan tidak mengetahui berapa nilai tambahan modal yang sudah disetujui serta diminta oleh perusahaan maskapai pelat merah tersebut. Tambahan PMN ini dimaksudkan untuk memperkuat lini usaha dan mengatasi persoalan keuangan, walau pertengahan Juni 2012 Merpati sudah memperoleh laba operasional Rp500 juta per hari.

Dahlan juga menyambut gembira atas capaian yang dilakukan oleh Merpati tersebut.

Komisi VI DPR-RI sebelumnya sudah menyetujui usulan pemerintah yang berkaitan dengan alokasi PMN dalam RAPBN 2012 sebesar Rp3 triliun untuk sejumlah badan usaha milik negara (BUMN). Alokasi PMN sebesar Rp3 triliun itu terbagi atas PT Dirgantara Indonesia (Persero) sebesar Rp1 triliun dan sisanya Rp2 triliun dibagikan kepada sejumlah BUMN strategis.

Pembagian PMN sebesar Rp2 triliun dialokasikan untuk PT PAL Persero sebesar Rp600 miliar, PT Pindad Persero Rp300 miliar, dan PT DI Persero Rp400 miliar.

Selain itu, alokasi lainnya adalah untuk PT IKI Persero sekitar Rp200 miliar, PT Merpati Nusantara Airlines Persero sebesar Rp200 miliar, PT Garam Persero Rp100 miliar, dan PT Kertas Leces Persero Rp200 miliar.

Komisi VI DPR pada prinsipnya menerima usulan pemerintah yang berkaitan dengan alokasi PSO dalam APBN 2012, yaitu PT KAI seitar Rp770 miliar, PT Pelni sebesar Rp897 miliar, PT Pos Indonesia sekitar Rp272 miliar, dan Perum LKBN Antara sebesar Rp84 miliar.
(ANT-SSB)