Jakarta (ANTARA News) - Menonton televisi terlalu sering dan lama dapat membuat otak seseorang menjadi semakin lemah, kata ahli saraf dari Rumah Sakit MRCCC Siloam, Dr. Roul Sibarani, SpS.

"Pada saat menonton televisi, otak kurang terstimulasi bahkan terkadang tidak terolah dengan baik," ujar Roul pada jumpa pers mengenai korelasi gerak dan otak beberapa waktu lalu di Jakarta.

Saat menonton televisi, otak hanya menerima memori yang disampaikan oleh mata, namun tidak diolah kembali. Roul mengatakan, kegiatan ini yang menjadikan fungsi otak hanya sebagai penyimpan memori saja.

"Tidak ada gerakan berarti yang dilakukan oleh tubuh pada saat menonton televisi, oleh sebab itu otak kurang terstimulasi dan tidak terangsang untuk bekerja," kata Roul.

Selain berpengaruh pada otak, tubuh yang tidak bergerak saat menonton televisi dapat memicu penumpukan lemak pada tubuh dan menjadikannya tidak sehat.

Oleh sebab itu, menurut Roul, orang yang memiliki hobi menonton televisi biasanya lemah dalam berpikir dan memiliki masalah kegemukan.
(M048)