Rabu, 22 Oktober 2014

Biaya sehat jadi mahal karena regulasi lamban

| 2.986 Views
id pelayanan kesehatan, dokter umum, dokter, pengobatan, rumah sakit, sakit
Biaya sehat jadi mahal karena regulasi lamban
Ilustrasi. (ANTARA/Jessica Helena Wuysang)
Padahal sakit mereka sering cukup dengan hanya berkonsultasi kepada dokter umum
Jakarta (ANTARA News) - Biaya kesehatan yang oleh sebagian besar masyarakat Indonesia dianggap mahal belakangan ini adalah dampak dari lambannya sistem kebijakan dalam menghasil regulasi kesehatan, kata Gatot Soetono dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Senin.

"Ini semua akibat dari terlambatnya Indonesia meregulasi sistem pelayanan kedokteran," ujar Ketua Bidang Pengembangan Sistem Pelayanan Kedokteran Terpadu dengan Sistem Rujukan Pengurus Besar IDI ini dalam diskusi RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), tadi siang.

Menurut dia, setiap kali sistem undang-undang pelayanan kedokteran dan kesehatan baru akan dibuat, maka setiap kali itu pula isu kesehatan masyarakat menjadi lahan komersialisasi.

"Masyarakat yang juga pengusaha akhirnya memiliki akses yang luas sehingga mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang dimanfaatkan oleh sistem komersial," ujar dia. 

Komersialisasi oleh pihak-pihak pencari keuntungan ini membawa dampak buruk pada dokter.

"Dokter spesialis akhirnya menjadi strata tertinggi, padahal yang masyarakat terlebih dahulu butuhkan adalah dokter umum," kata Gatot. 

Berubahnya orientasi ini karena masyarakat sudah menganggap remeh dokter umum dengan lebih memilih berobat kepada dokter spesialis.

"Padahal sakit mereka sering cukup dengan hanya berkonsultasi kepada dokter umum," kata Gatot. 

(M048)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga