Jumat, 1 Agustus 2014

Kebakaran di tempat suci sufi Kashmir disusul bentrokan

Selasa, 26 Juni 2012 01:47 WIB | 3.554 Views
Srinagar, India (ANTARA News) - Bentrokan antara polisi dan pemrotes yang marah meletus, Senin, setelah kebakaran terjadi di sebuah tempat suci Sufi di Kashmir India, kata beberapa saksi.

Sedikitnya enam orang cedera di Srinagar, kota utama Kashmir, ketika polisi melepaskan tembakan gas air mata ke arah pemrotes yang melemparkan batu, yang marah karena kehancuran tempat suci kayu berusia 350 tahun yang menampung barang peninggalan Syeikh Abdul Qadir Jeelani, ulama Sufi abad ke-11, kata polisi, lapor Reuters.

Pemrotes membakar sebuah mobil pemadam kebakaran dan melemparkan batu ke arah petugas pemadam dan sejumlah orang dari media massa.

"Usai sholat Subuh, kebakaran terjadi di bagian atap tempat suci itu. Kami masih berusaha memastikan penyebabnya," kata Farooq Ahmad, seorang polisi di lokasi kejadian.

"Barang keramat peninggalan ulama Sufi aman dan telah ditemukan kembali," katanya.

Polisi menutup jalan-jalan yang mengarah ke tempat suci itu, dimana ratusan pria dan wanita berkumpul, banyak dari mereka menangis dan berteriak.

Lebih dari 47.000 orang -- warga sipil, militan dan aparat keamanan -- tewas dalam pemberontakan muslim di Kashmir India sejak akhir 1980-an.

Pejuang Kashmir menginginkan kemerdekaan wilayah itu dari India atau penggabungannya dengan Pakistan yang penduduknya beragama Islam.

New Delhi menuduh Islamabad membantu dan melatih pejuang Kashmir India. Pakistan membantah tuduhan itu namun mengakui memberikan dukungan moral dan diplomatik bagi perjuangan rakyat Kashmir untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Perbatasan de fakto memisahkan Kashmir antara India dan Pakistan.

Dua dari tiga perang antara kedua negara itu meletus karena masalah Kashmir, satu-satunya negara bagian yang berpenduduk mayoritas muslim di India yang penduduknya beragama Hindu.

Serangan-serangan pada 2008 di Mumbai, ibukota finansial dan hiburan India, telah memperburuk hubungan antara India dan Pakistan.

New Delhi menghentikan dialog dengan Islamabad yang dimulai pada 2004 setelah serangan-serangan Mumbai pada November 2008 yang menewaskan lebih dari 166 orang.

India menyatakan memiliki bukti bahwa "badan-badan resmi" di Pakistan terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan-serangan itu -- tampaknya menunjuk pada badan intelijen dan militer Pakistan. Islamabad membantah tuduhan tersebut.

Sejumlah pejabat India menuduh serangan itu dilakukan oleh kelompok dukungan Pakistan, Lashkar-e-Taiba, yang memerangi kekuasaan India di Kashmir dan terkenal karena serangan terhadap parlemen India pada 2001. Namun, juru bicara Lashkar membantah terlibat dalam serangan tersebut.

India mengatakan bahwa seluruh 10 orang bersenjata yang melakukan serangan itu datang dari Pakistan. New Delhi telah memberi Islamabad daftar 20 tersangka teroris dan menuntut penangkapan serta ekstradisi mereka. (M014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca