Rabu, 1 Oktober 2014

Pemkab minta limbah sawit dijadikan energi alternatif

Selasa, 26 Juni 2012 10:17 WIB | 11.071 Views
Pemkab minta limbah sawit dijadikan energi alternatif
KELAPA SAWIT. (FOTO ANTARA/IRSAN MULYADI)
Limbah cair sangat potensial dijadikan energi alternatif pembangkit listrik dan gas rumah tangga, namun sayang sampai saat ini belum ada perusahaan yang mengolahnya.
Muntok, Bangka Barat (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung, meminta perusahaan kelapa sawit mengolah limbahnya menjadi energi alternatif seiring minimnya ketersediaan listrik di daerah itu.

"Limbah cair sangat potensial dijadikan energi alternatif pembangkit listrik dan gas rumah tangga, namun sayang sampai saat ini belum ada perusahaan yang mengolahnya," ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Bangka Barat Chairul Amri Rani di Muntok, Selasa.

Ia menjelaskan, limbah cair sisa pengolahan kelapa sawit di perusahaan selama ini masih dibuang begitu saja, atau melalui instalasi pengolahan air limbah seadanya, padahal limbah tersebut berbahaya dan dapat merusak lingkungan.

Menurut dia, sebaiknya jika ingin benar-benar menyelamatkan lingkungan dari kerusakan, perusahaan tersebut dapat bekerja sama dengan warga di sekitarnya memanfaatkan limbah cair sebagai energi alternatif ramah lingkungan, dengan melibatkan peran Badan Lingkungan Hidup Daerah untuk menyelamatkan lingkungan yang selama ini terabaikan.

Menurut dia, perlu peningkatan pengawasan dari dinas terkait untuk pengolahan dan pengelolaan limbah cair sisa pengolahan kelapa sawit tersebut, karena dalam limbah tersebut terdapat unsur gas metana yang berbahaya bagi lingkungan hidup dan mempercepat kerusakan lapisan ozon.

Ia mengatakan, perusahaan yang sudah berupaya mengolah limbahnya saat ini baru PT Gunung Sawit Bumi Sejahtera (PT GSBL), namun itu pun baru sebatas limbah padat sebagai bahan baku pembangkit listrik dan gas rumah tangga yang diuji coba di Desa Air Kuang, Kecamatan Jebus.

Menurut dia, untuk limbah cair sisa pengolahan kelapa sawit di enam perusahaan belum ada yang melakukannya.

Ia menambahkan, dengan adanya ketegasan dari dinas terkait serta aparat penegak hukum, diharapkan industri yang sudah lama bergerak dalam pengolahan sawit semakin berkembang dan mampu memberi kontribusi positif bagi lingkungannya.

(E005)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga