Sabtu, 20 September 2014

Bayi badak Ratu memasuki tahap adaptasi

Selasa, 26 Juni 2012 13:25 WIB | 5.534 Views
Bayi badak Ratu memasuki tahap adaptasi
Ratu (12 tahun), induk badak Sumatera (dicerorhinus sumatrensis) menemani anaknya, Andatu. (ANTARA/M. Agung Rajasa)
Waykambas (ANTARA News) - Bayi badak pejantan (Andatu) yang baru dilahirkan beberapa hari lalu dari rahim induk badak Ratu kini dalam proses adaptasi.

"Tidak banyak perlakuan kami terhadap anak badak itu, dalam rangka upaya kami menjaga prilaku induk badak yang dikhawatirkan tidak mau menyentuh anaknya jika sudah disentuh makhluk lainnyan" kata Koordinator Suaka Rhino Sumatera (SRS) Balai Besar Taman Nasional Way Kambas (BBTNWK) Lampung Timur, dr Dedi Chandra, di Lampung Timur, Selasa.

Menurut dia, saat ini bayi badak Ratu sedang masa menyusui dan belum diberi asupan gizi lainnya.

Sementara itu, ia mengemukakan, kondisi kesehatan bayi tersebut lebih setiap hari cenderung menunjukkan progres yang signifikan.

"Bobot berat badan Andatu diperkirakan 30 kilogram, dan saat ini, masi mendekat bersama induknya," ujarnya.

Ratu pada Sabtu (23/6) dini hari melahirkan bayi badak jantan yang oleh Menteri Kehutanan RI diberi nama Andatu, yang merupakan gabungan nama dari Andalas (badak jantan atau ayah) dan Ratu.

"Ketika itu, kami memprediksikan dalam pertengahan bulan Juni badak Ratu akan melahirkan, dan prediksi tersebut tepat terjadi pada pertengahan bulan," kata dokter hewan itu.

Menjelang proses persalinan, ia mengemukakan, Ratu nampak gelisah. Sesekali dia naik pohon, mutar-mutar kandang dan sesekali induk itu duduk dan berdiri.

"Itu tanda-tanda proses persalinannya, tak lama dari itu lahirlah Andatu. Selang beberapa jam berikutnya Andatu berdiri dan berjalan mendekati induknya untuk menyusui," katanya.

Dedi mengatakan, kelahiran Andatu merupakan kelahiran keempat anak badak di dunia, dan pertama di Asia Tenggara setelah 100 tahun, karena populasi badak tidak pernah berkembang biak lagi.

"Kehamilan terencana, kami akan coba dekatkan Andalas dengan Rosa yang kini telah berusia 12 tahun," katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa empat badak yang berada di penangkaran SRS itu merupakan kelompok yang bermasalah.

"Jika memang sudah waktunya badak-badak itu mampu bersosialisasi dengan alam liar, maka kami akan melepasnya, tentu dengan perintah dari pemerintah," ujarnya menambahkan. (*)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Terpopuler
Baca Juga