Sleman (ANTARA News) - Gubernur Daerah Istimewa Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X memperkirakan di wilayah itu terdapat sekitar 68.980 orang yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

"Peredaran narkoba di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cukup memprihatinkan. Dari penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Universitas Indonesia menyatakan di Provinsi DIY terdapat penyalahgunaan narkoba hingga 2,72 persen dari jumlah penduduk," kata Sultan pada upacara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2012 di Sleman, Senin.

Menurut dia, dari jumlah tersebut usia rentan antara 10 hingga 59 tahun, dan mahasiswa tercatat sebagai jumlah yang terbesar dengan jenis narkoba yang dikonsumsi meliputi jenis ganja dan sabu-sabu.

"Mahasiswa dan usia muda yang sedang belajar di DIY sangat rentan terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba," katanya.

Ia mengatakan, dalam upaya mengatasi meningkatnya penyalahgunaan narkoba ini, Pemerintah Provinsi DIY melakukan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di lingkungan instansi pemerintah dan swasta.

"Selain juga melalui pembentukan kader penyuluh anti narkoba di lingkungan pelajar dan mahasiswa," katanya.
(ANTARA)