Rabu, 22 Oktober 2014

Ical jamin pembayaran korban lumpur selesai tahun ini

| 7.339 Views
id aburizal bakrie, lumpur lapindo,
Ical jamin pembayaran korban lumpur selesai tahun ini
Aburizal Bakrie. Grup Bakrie yang menaungi PT Lapindo telah menyatakan komitmennya membayar kompensasi kepada warga korban semburan lumpur Lapindo sebanyak Rp9 triliun. Walau kerugian itu dikompensasi dalam bilangan rupiah, namun ribuan warga kehilangan kampung halaman dan nilai-nilai terkandung di sana. (FOTO ANTARA)
... sekitar Rp900 miliar tahun ini bisa segera diselesaikan...
Mojokerto, Jawa Timur (ANTARA News) - Aburizal Bakrie (Ical), taipan dan pemilik Grup Bakrie, menyatakan pembayaran kepada korban lumpur Lapindo akan diselesaikan pada tahun ini. Tidak terbilang kerugian material dan imaterial akibat semburan lumpur PT Lapindo itu.

"Insya Allah, proses pembayaran terhadap warga tersebut akan diselesaikan tahun ini," katanya usai menghadiri dialog dengan peternak itik di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Mojokerto, Selasa.

Ia mengemukakan, saat ini pihaknya memang sudah mencairkan pembayaran kepada korban lumpur sekitar Rp9 triliun.

"Dan sisanya sekitar Rp900 miliar tahun ini bisa segera diselesaikan proses pembayaran itu," katanya. Dari kekurangan Rp900 miliar itu, saat ini sudah dicairkan Rp50 miliar kepada warga korban lumpur. 

Kelalaian operator di sektor perminyakan dan pertambangan bisa berdampak pada pelanggaran UU Lingkungan Hidup yang adalah lex specialis, selain UU lain terkait.

Sebagai preseden adalah saaat Pantai Alaska, Amerika Serikat, dicemari secara luar biasa tumpahan jutaan barel minyak mentah dari lambung MV Exxon Valdez, pada 1986. Jika dibiarkan, diperlukan waktu tiga abad untuk mengurai material pencemar itu.

Pemilik perusahaan kapal tanker itu harus habis-habisan menghadapi tuntutan hukum atas pelanggaran undang-undang lingkungan setempat dan internasional. Dampaknya, perusahaan itu sempat memiliki reputasi sangat buruk dalam hal ini.

Masih ditambah kompensasi pembiayaan bioremediasi dan juga kepada masyarakat di mana malapetakan lingkungan itu terjadi.

(KR-MSW)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga