Sabtu, 20 Desember 2014

Survei: elektabilitas parpol berbasiskan Islam menurun

| 2.620 Views
id dukungan partai islam, pemilu 2014, suara parpol islam, survei lembaga survei nasional, lsn, umar bakry
"Jika mengacu pada hasil survei LSN Juni 2012 yang hanya didukung 15,70 persen responden, bukan tidak mungkin perolehan suara parpol Islam akan merosot pada Pemilu 2014,"
Jakarta (ANTARA News) - Hasil survei terbaru dari Lembaga Survei Nasional (LSN) menyebutkan tingkat elektabilitas partai politik yang berbasiskan massa Islam (PKS, PAN, PPP dan PKB) pada Juni 2012 sebesar 15,70 persen atau menurun jika  dibandingkan total perolehan suara keempat partai itu pada Pemilu 2009 mencapai 29,14 persen.

Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry kepada pers di Jakarta, Selasa, mengatakan, penurunan elektabilitas parpol Islam itu berdasarkan survei LSN yang dilakukan pada 10--Juni 2012 dengan sample 1.230 responden di 33 provinsi di Indonesia.

Survei tersebut menggunakan metode pencuplikan resnponden secara rambang berjenjang (multi-stage random sampling), pengumpulan data melalui teknik wawancara tatap muka dengan responden, serta tingkat kesalahan sekitar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Survei tersebut juga dilengkapi dengan riset kualitatif melalui wawancara mendalam dan analisis media.

Umar mengatakan, perolehan suara parpol berbasiskan massa Islam pada Pemilu 1999 (era reformasi)  sebesar 36,2 persen, kemudian meningkat pada Pemilu 2004 sebesar 38,39 persen.

Namun, pada Pemilu 2009, total dukungan pada partai berbasis Islam itu menurun menjadi 29,14 persen. "Jika mengacu pada hasil survei LSN Juni 2012 yang hanya didukung 15,70 persen responden, bukan tidak mungkin perolehan suara parpol Islam akan merosot pada Pemilu 2014," kata Umar.

Survei LSN itu menyebutkan Parai Golkar mendapat dukungan 20,1 persen responden, PDIP (14,0 persen), Demokrat (10,5 persen), PKS (5,1 persen), Nasdem (4,8 persen), Gerindra (4,5 persen), PAN (3,8 persen), PPP (3,5 persen), PKB (3,3 persen), Hanura (3,2 persen), parta-partai lainnya (1,8 persen) dan belum menentukan pilihan (25,4 persen).

Selain itu, survei juga menemukan rendahnya dukungan responden terhadap politisi yang berasal dari parpol-parpol tersebut yakni masih di bawah lima persen seperti Hidayat Nur Wahid (PKS), Hatta Rajasa (PAN), Yusril Ihza Mahendra (PBB), Muhaimin Iskandar (PKB),  Suryadharma Ali (PPP), Bursah Zarnubi (PBR) dan Luthfi Hassan Ishaaq (PKS).

Sedangkan, dukungan responden terhadap tokoh-tokoh partai berbasiskan nasionalis, seperti Megawati Soekranoputri sebesar 18,0 persen responden, Prabowo Subianto (17,4 persen), Aburizal Bakrie (17,1 persen), Wiranto (10,2 persen) dan Mahfud MD (7,3 persen).

Menurut Umar, sesuai hasil riset kualitatif LSN bahwa melorotnya elektabilitas parpol berbasiskan massa Islam dan rendahnya dukungan terhadap politisi Islam, disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. "Secara internal, ada kecenderungan krisis identitas di kalangan parpol Islam dan politisi Islam," katanya.

Secara eksternal, kata Umar, ada gejala menguatnya sekularisasi dalam kehidupan politik. Meskipun menurut riset, masyarakat Indonesia yang mayoritas umat Islam, cenderung makin religius, namun secara politik mereka semakin tidak ideologis.

"Malah ada kecenderungan partai-partai nasionalis yang dulu sering disebut 'partai sekuler', kini tampil lebih religius. Mayoritas umat Islam Indonesia sekarang juga cenderung semakin bersikap toleran, moderat, inkluisf dan tidak sektarian," demikian Umar S Bakry.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga