Jakarta (ANTARA News) - Rupiah terhadap dolar AS di pasar uang spot antarbank Jakarta Selasa menguat terbantu oleh intervensi Bank Indonesia.

Nilai tukar mata uang rupiah Selasa sore ditransaksikan menguat 13 poin menjadi 9.450 per dolar AS dibanding sebelumnya di posisi 9.463 per dolar AS.

"Masih cukup kuatnya sentimen negatif memicu BI mengintervensi nilai tukar di pasar spot sehingga rupiah berada dalam area positif," ujar pengamat pasar uang dari Bank Himpunan Saudara Rully Nova.

Ia mengatakan, lembaga pemeringkat Moody`s yang kembali memangkas bank Spanyol menjadi sentimen negatif di pasar uang. Moody's juga memangkas peringkat utang pemerintah Spanyol dari A3 menjadi Baa3, level itu merupakan batas bawah peringkat investasi.

Ia menambahkan, intervensi BI juga dipicu dari kekecewaan pasar paska keputusan Federal Reserve yang tidak meluncurkan pelonggaran kuantitatif (QE) ke tiga meskipun serangkaian data ekonomi AS terus mensinyalkan perlambatan.

Selain intervensi dari BI, kata dia, penguatan rupiah terhadap dolar AS juga didorong dari ekspektasi pengumuman tenaga kerja AS yang mulai membaik.

Analis pasar Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menambahkan, Moody's juga kembali menurunkan peringkat utang satu hingga empat level untuk "sovereign debt" 28 bank Spanyol.

"Bank-bank Spanyol terus mengalami tekanan pemangkasan peringkat. Sebelumnya pada 17 Mei lalu, Moody's juga memangkas 16 bank Spanyol," paparnya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Selasa (26/6) tercatat mata uang rupiah bergerak menguat nilainya menjadi Rp9.470 dibanding posisi sebelumnya Rp9.480 per dolar AS.

(ANTARA)