Kamis, 31 Juli 2014

NATO gelar pertemuan darurat jet Turki

Selasa, 26 Juni 2012 20:22 WIB | 2.989 Views
NATO gelar pertemuan darurat jet Turki
Anders Fogh Rasmussen (reuters.com)
Brussels (ANTARA News) - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Selasa, bertemu untuk melakukan konsultasi atas permintaan Turki setelah satu pesawat jet tempurnya ditembak jatuh Suriah.

Pertemuan itu dimulai pukul 08.00 GMT, dihadiri para duta besar dari 28 negara anggota NATO dan dipimpin Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, yang mengadakan konferensi pers setelah pertemuan.

Turki meminta konsultasi berdasarkan Pasal 4 Perjanjian Pembentukan NATO, yang memungkinkan salah satu negara sekutu menyerukan pembicaraan guna mempertimbangkan integritas wilayah mereka, persoalan politik atau keamanan karena berada di bawah ancaman.

Ini adalah kedua kalinya sejak NATO didirikan pada 1949, dimana konsultasi diminta berdasarkan Pasal 4, yang terakhir pada 2003 juga oleh Turki saat berlangsung perang Irak.

Setelah penembakan pesawatnya oleh Suriah, hubungan antara Turki dan Suriah yang bertetangga berada di tebing berbahaya. Turki, yang telah menyatakan takkan membalas sebelum pertemuan NATO, telah melontarkan sejumlah ancaman terhadap Damaskus dan menekankan masalah tersebut takkan berlalu tanpa balasan.

Turki telah mengatakan Suriah, Jumat (22/6), menembak-jatuh pesawat militer Ankara di wilayah udara internasional dan Turki akan secara resmi berkonsultasi dengan sekutunya di NATO mengenai apa reaksi yang mesti diberikannya.

Sejak jet itu ditembak jatuh pada Jumat, Suriah telah menyatakan jet tersebut melanggar wilayah udaranya dan menyatakan Damaskus takkan mentoleransi pelanggaran atas kedaulatannya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Suriah, Jihad Makdissi mengatakan selama satu taklimat pada Senin (25/6) reaksi Suriah "adalah pembelaan diri... sebab jet Turki itu melanggar kedaulatan Suriah".

Ia juga membantah pernyataan Turki bahwa pesawat tersebut ditembak-jatuh di wilayah udara internasional dan bukan di dalam wilayahnya, sebagaimana pernyataan Damaskus.

(H-AK/H-RN)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga