Rabu, 3 September 2014

Menkeu sambut terpilihnya Muliaman sebagai ketua OJK

Selasa, 26 Juni 2012 20:34 WIB | 2.480 Views
Menkeu sambut terpilihnya Muliaman sebagai ketua OJK
Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyambut baik terpilihnya Muliaman Hadad sebagai ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) karena memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai.

"Beliau adalah salah satu kandidat yang mempunyai kapasitas kompetensi, dan mempunyai karakter yang cocok sebagai ketua OJK. Jadi kita sambut baik hasil pemilihan yang dilakukan DPR," ujarnya di Jakarta, Selasa.

Menkeu mengatakan pemilihan anggota DK-OJK merupakan proses yang terjadi secara transparan dan berlangsung sesuai Undang-Undang.

Untuk itu, menurut dia, keputusan yang dihasilkan oleh DPR harus dihormati karena hal tersebut merupakan keputusan yang terbaik.

"Proses itu adalah yang diamanatkan oleh UU. Jadi yang dipilih dari 14 jadi tujuh, kita harus menghormati institusi yang punya kewenangan dan kewenangan itu ada di DPR," katanya.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini tidak berkomentar mengenai sebagian besar anggota DK-OJK yang berasal dari pemerintah dan Bank Indonesia serta tidak adanya perwakilan dari sektor perbankan.

"Kami harus menghormati itu dan kami juga berkeyakinan bahwa yang dipilih adalah yang terbaik," ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, fokus utama pemerintah adalah menyiapkan tim transisi sebelum efektifnya peralihan pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan non perbankan dari Bapepam LK kepada OJK mulai awal 2013.

"Perlu dibuat satu tim transisi yang mana diatur dalam UU," kata Menkeu.

Selain itu, Menkeu memastikan akan mencari pengganti Ketua Bapepam LK Nurhaida dan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto yang terpilih menjadi anggota DK-OJK.

"Tujuh yang sudah diputuskan oleh Presiden harus ditambah dengan calon dari pemerintah dan BI. Kemudian ditetapkan oleh Presiden, setelah itu kita mesti mempersiapkan pengganti daripada Nurhaida dan Rahmat Waluyanto," ujarnya.

Sedangkan terkait dua anggota ex officio dari Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, Menkeu mengatakan belum ada keputusan mengenai siapa yang akan menempati jabatan tersebut.

"Belum. Ini semua masih dalam pengkajian oleh Presiden," katanya.
(S034/R010)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga