Jumat, 24 Oktober 2014

PM Turki peringatkan Suriah setelah tembak pesawat

| 2.452 Views
id penembakan pesawat turki, hubungan turki-suriah
Setiap orang mesti tahu bahwa kemurkaan Turki sangat kuat dan merusaknya seperti nilai persahabatannya."
Ankara (ANTARA News) - Perdana Menteri Tayyip Erdogan memberitahu Suriah agar hati-hati terhadap kemurkaan Turki setelah ditembak-jatuhnya satu pesawat Ankara pada Jumat (22/6) dan mengatakan Angkatan Bersenjata diperintahkan agar bereaksi terhadap ancaman yang datang dari Suriah.

Peringatan Erdogan kepada Suriah mencerminkan ketegangan yang meningkat bukan hanya di pantai Laut Tengah, tempat pesawat tersebut ditembak-jatuh, tapi juga di perbatasan panjang bersama yang dilintasi gerilyawan yang memerangi Presiden Bashar al-Assad, lapor Reuters.

Suriah pada Ahad (24/6) menyatakan Damaskus telah menewaskan beberapa "teroris" yang menyusup dari Turki.

Sementara itu di Suriah, pinggiran Damaskus dilanda pertempuran paling sengit yang pernah dihadapi ibu kota Suriah itu sejak aksi perlawanan terhadap Bashar meletus 16 bulan lalu.

Kota tersebut telah lama dipandang sebagai kubu dukungan bagi Presiden Bashar.

Perdana Menteri Erdogan, yang terlibat pertikaian dengan Bashar, mengatakan Turki bukan "gila perang", demikian laporan Reuters --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Selasa malam.

"Reaksi nasional kami tak boleh ditafsirkan sebagai kelemahan. Tanggapan ringan kami bukan berarti kami `anak manis`," katanya. "Setiap orang mesti tahu bahwa kemurkaan Turki sangat kuat dan merusaknya seperti nilai persahabatannya."

Negara anggota NATO, yang diminta mengadakan pertemuan darurat oleh Turki di Brussels, mengutuk Suriah sehubungan dengan peristiwa tersebut.

Namun pernyataan berhati-hati di dalam satu pernyataannya memperlihatkan kekhawatiran negara Barat serta Turki bahwa campur tangan bersenjata di Suriah dapat memicu konflik sektarian, yang sudah bergejolak di Suriah, ke seluruh wilayah itu.

Erdogan juga mengatakan peraturan keterlibatan Angkatan Bersenjata telah berubah akibat serangan tersebut, yang dikatakan Turki terjadi tanpa peringatan di wilayah udara internasional.

"Setiap unsur militer yang mendekati Turki dari perbatasan Suriah dan merupakan resiko keamanan serta bahaya akan dinilai sebagai ancaman militer dan akan diperlakukan sebagai sasaran militer," katanya. (C003)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca