Jakarta (ANTARA News) - Ketua Komisi VI DPR RI, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa Parlemen Inggris menyikapi positif usulan dari DPR RI agar kedua negara membuka jalur penerbangan langsung Jakarta-London dan sebaliknya.

"Selama ini jalur penerbangan dari Garuda Indonesia tidak ada yang langsung dari Jakarta ke London, tapi Jakarta ke Amsterdam, Belanda," katanya usai menerima Delegasi Parlemen Inggris, di Jakarta, Selasa.

Pada kesempatan tersebut, Delegasi DPR RI dan Delegasi Parlemen Inggris membicarakan sejumlah kemungkinan kerja sama perdagangan antara kedua negara.

Menurut Airlangga, pada dialog tersebut Delegasi DPR RI mengusulkan gagasan bagaimana jika kedua negara membuka akses transportasi secara langsung, dan langsung disambut positif oleh Delegasi Parlemen Inggris.

"Jika akses transportasi ini dibuka, maka DPR RI akan mengusulkan kepada Pemerintah agar merekomendasikan kepada maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengisi jalur penerbangan tersebut," katanya.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut menjelaskan, perkiraan secara global jika maskapai penerbangan Indonesia membuka jalur penerbangan langsung ke Inggris, maka akan menguntungkan bagi Indonesia.

Pertimbangannya, Inggris adalah salah satu pusat bisnis sekaligus negara tujuan wisata di Eropa, sehingga banyak pebisnis dan wisatawan yang ingin berkunjung ke Inggris.

"Jika selama ini untuk berkunjung ke London harus melalui Amsterdam, maka jika jalur penerbangan langsung ini dibuka akan bisa langsung terbang ke London," katanya.

Di sisi lain, nilai perdagangan antara Indonesia dan Inggris saat ini sekitar 3 juta dolar Amerika Serikat per tahun.

Peluang perdagangan antara kedua negara tersebut, kata dia, masih terbuka sangat besar untuk ditingkatkan.

"Dengan dibuka penerbangan langsung Jakarta-London dan sebaliknya, maka hal ini akan menjadi salah satu pendorong meningkatnya nilai perdagangan di antara kedua negara," katanya.

Airlangga menambahkan, pada dialog tersebut, Delegasi Parlemen Inggris menyatakan tertarik pada komoditi dari Indonesia, seperti minyak kelapa sawir dan gas.

Delegasi Parlemen Inggris mendapatkan informasi dan jaminan dari DPR RI bahwa CPO produk Indonesia dapat menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan.
(T.R024/R010)