Rabu, 30 Juli 2014

Kejagung kembali tangkap buron korupsi Rp9,3 miliar

Selasa, 26 Juni 2012 23:06 WIB | 2.789 Views
Kejagung kembali tangkap buron korupsi Rp9,3 miliar
Logo Kejagung, kejaksaan agung (istimewa)
Jakarta (ANTARA News) - Tim Satuan Tugas Intelijen Kejaksaan Agung, Selasa kembali menangkap buron terpidana korupsi Pengolahan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Perum Bulog yang merugikan keuangan negara Rp9,3 miliar, Zulbuchari di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.

Zulbuchari merupakan mantan Manajer Administrasi dan Keuangan PT Rezki Cipta Illahi yang merupakan rekan Perum Bulog dan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), Edwin Pamimpin Situmorang, di Jakarta, Selasa malam menyatakan terpidana ditangkap oleh satgas pada pukul 19.05 WIB di Camp B PT Daya Bumindo Karunia, Dusun Tabulus, Desa Tumbangnaan, Kecamatan Seriburiam, Kabupaten Murung Raya, Kalteng, dan penangkapan tanpa ada perlawanan yang berarti.

"Zulbuchari bersama-sama dengan Ir Syarief Abdullah, Kadivre Perum Bulog Riau dan Hendri Mairizal, Kasie Perdagangan, dan Syafei Matondong, Kabid Komersial telah melakukan tindak pidana korupsi," katanya.

Keempatnya pada 2005, kata dia, telah melakukan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan perjanjian kerja sama Sistem Operasi pengadaan dan pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjadi CPO antara Perum Bulog dengan PT Rezki Cipta Illahi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp9.364.299.014,80.

"Zulbuchari diputus Mahkamah Agung (MA) dengan empat tahun penjara," katanya.

Sebelumnya, Satuan Tugas Intelijen Kejaksaan Agung, Selasa sore berhasil menangkap buron kasus penggelapan sertifikat pembangunan Mall di Kota Manado, Okky Anita Kahimpong, di Surabaya.

Jamintel membenarkan adanya penangkapan Okky yang berprofesi notaris dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, di Surabaya.

"Okky ditangkap di Jalan Rungkut Majoyo Utara Blok A1 Nomor 4 Surabaya," katanya.

Okky merupakan terpidana kasus penggelapan uang sebesar Rp103 miliar.
(R021/Z003)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga