Cilacap (ANTARA News) - Wilayah yang mengalami krisis air bersih di Kabupaten Cilacap meluas, kata
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Wasi Ariyadi.

"Hingga saat ini tercatat sebanyak delapan desa yang telah mengajukan permohonan bantuan air bersih," kata Wasi, Rabu.

Ia mengatakan BPBD memprioritaskan bantuan untuk wilayah yang paling membutuhkan air bersih. BPBD, ujarnya, telah berkoordinasi dengan Camat Patimuan untuk memetakan desa yang paling membutuhkan bantuan.

"Dari pemetaan tersebut diketahui ada enam desa yang paling membutuhkan di antara tujuh desa di Kecamatan Patimuan yang mengajukan bantuan air bersih," katanya.

Enam desa yang telah mendapat bantuan yakni Cimrutu, Purwodadi, Rawa Apu, Sidamukti, Bulupayung, dan Patimuan. Sementara untuk Desa Cinyawang belum mendapatkan bantuan air bersih.

Lebih lanjut ia mengatakan permohonan bantuan air bersih pun bertambah untuk Desa Ujung Gagak di Kecamatan Patimuan. Dengan demikian, sudah ada delapan desa yang mengalami krisis air bersih.

Menurut data, sebanyak 79 desa yang tersebar di 12 kecamatan dari 24 kecamatan se-Kabupaten Cilacap merupakan daerah rawan krisis air bersih maupun kekeringan.

Saat musim kemarau, sejumlah desa mengalami krisis air bersih karena air baku yang masih tersisa dalam sumur terintrusi dengan air laut sehingga menjadi payau dan tidak layak minum.

(KR-SMT)