Minggu, 26 Oktober 2014

Dividen interim BUMN ditiadakan 2013

| 1.958 Views
id menteri bumn, dahlan iskan, dividen interim, dividen bumn
Dividen interim BUMN ditiadakan 2013
Menteri BUMN Dahlan Iskan (FOTO ANTARA)
Ini kan bisa saja kurang dari 25 persen. Tergantung ekspansi masing-masing bank BUMN
Jakarta (ANTARA News) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengharapkan dividen interim BUMN pada tahun anggaran 2013 ditiadakan.

Menurut Dahlan, semua BUMN akan ditarik dividen, kecuali BUMN yang membukukan rugi tahun berjalan, BUMN dengan kondisi tertentu yang dibatasi oleh regulasi, serta BUMN dengan kebutuhan dana dalam rangka pengembangan usaha.

"Tidak adanya dividen interim ini baik yang disebabkan oleh penetapan APBN-P, setelah pelaksanaan RUPS Tahun Buku 2012 maupun pemenuhan target dividen akibat jumlah dividen yang disetor oleh PT Freeport lebih kecil dari proyeksi," ujar Dahlan Iskan disela rapat bersama Komisi VI DPR-RI di Jakarta, Rabu.

Dahlan menuturkan pada tahun depan, setoran dividen BUMN meningkat menjadi Rp31,1 triliun dibandingkan 2012 yang sebesar Rp30,77 triliun. Setoran dividen 2013 ditargetkan bisa mencapai Rp32,6 triliun, bila PT Freeport dapat membagikan dividen kepada pemegang saham pada tahun depan.

"Namun, dengan mempertimbangkan perkembangan situasi yang ada saat ini di Papua, terdapat kemungkinan Freeport tidak akan bisa memberikan dividen karena perusahaan berhenti beroperasi," tuturnya.

Target setoran dividen BUMN tahun buku 2012 kepada negara yang mencapai Rp32,6 triliun akan berasal dari Pertamina dengan rasio dividen sebesar 40 persen atau sekitar Rp9,4 triliun, PT PLN Persero sekitar 35 persen atau Rp4,374 triliun, BUMN Tbk dengan rasio dividen 0-35 persen atau Rp12,340 triliun, BUMN lain dengan rasio dividen 10-35 persen atau Rp4,849 triliun dan minoritas (PT Freeport Rp1,5 triliun, PT Socofindo Rp80 miliar, dan PT Indosat Tbk sebesar Rp100 miliar).

Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa Parikesit Suprapto menambahkan bahwa tahun ini rasio dividen (pay out ratio/POR) BUMN perbankan diusahakan sebesar 25 persen dengan mempertimbangkan rasio kecukupan modal (CAR).

"Ini kan bisa saja kurang dari 25 persen. Tergantung ekspansi masing-masing bank BUMN," tutur Parikesit.

Sementara itu, rasio dividen maksimal untuk semua BUMN adalah 40 persen, sehingga dana BUMN bisa difokuskan untuk investasi terutama di bidang infrastruktur.

(KR-SSB)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga