Rabu, 24 September 2014

Wapres susun strategi nasional financial inclusion

Rabu, 27 Juni 2012 18:59 WIB | 2.651 Views
Wapres susun strategi nasional financial inclusion
Wapres Boediono (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono mengatakan pihaknya sedang menyelesaikan strategi baru program "financial inclusion" setelah melakukan evaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan selama ini.

"Indonesia mendapat sorotan internasional mengenai pelaksanaan program `financial inclusion" yang telah dijalankan. Jadi kita telah mereview secara menyeluruh strategi Financial Inclusion dan sekarang sudah finalisasi," kata Wapres saat membuka Pekan Kegiatan Financial Inclusion di Jakarta, Rabu.

Wapres mengatakan program Financial Inclusion sangat dibutuhkan untuk menanggulangi kemiskinan dan mendorong pembangunan nasional.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam kesempatan itu mengatakan strategi nasional Financial Inclusion diarahkan untuk mewujudkan akses masyarakat seluas-luasnya kepada layanan jasa keuangan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi tingkat kemiskinan, dan ketidakmerataan pendapatan di Indonesia.

Untuk itu, BI bersama Sekretariat Wapres sudah menetapkan lima pilar strategi financial inclusion yang meliputi perluasan kegiatan edukasi keuangan dan perlindungan konsumen, peningkatan kelayakan keuangan melalui capacity building, penyediaan fasilitasi intermediasi untuk menjembatani kelompok masyarakat unbanked dan perbankan.

Kemudian perluasan saluran distribusi produk keuangan melalui inovasi dan teknologi serta penerbitan kebijakan dan ketentuan untuk mendukung dan memperceat financial inclusion.

BI dalam kesempatan itu juga menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Kemendiknas dan Badan Pertanahan Nasional untuk menyebarluaskan kegiatan edukasi keuangan dan sertifikasi tanah masyarakat.

Darmin juga menjelaskan produk TabunganKu yang sejak diluncurkan Februari 2010 sudah mencapai 2.554.600 rekening dengan nilai nominal Rp2,7 triliun.

"Ini suatu pencapaian yang baik namun mengingat survey Bank Dunia bahwa 32 persen penduduk Indonesia belum memiliki tabungan, pencapaian dua tahun itu harus terus ditingkatkan, dengan berbagai penyempurnaan agar produk TabunganKu tetap murah, mudah dan efisien," katanya.

(D012)

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga