Jumat, 22 Agustus 2014

Pemecatan ketua PB HMI sesuai penyidikan MPK

Rabu, 27 Juni 2012 19:24 WIB | 2.173 Views
Jakarta (ANTARA News) - Konflik kepengurusan di tubuh Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) yang berujung pada pemecatan Ketua Umumnya Noer Fajrieansyah dinilai sudah sesuai dengan hasil penyidikan Majelis Pengawas dan Konsultasi (MPK) PB HMI.

"Pemecatan Fajri merupakan hasil penyidikan MPK selama empat bulan yang menemukan pelanggaran AD/ART yang tidak dapat ditoleransi. Penyidikan dilakukan karena MPK diberikan kewenangan pada Pleno 2 PB HMI," kata Koordinator MPK PB HMI, Syamsuddin Radjab melalui pesan elektronik yang diterima ANTARA, di Jakarta, Rabu.

Posisi Ketum PB HMI akan diisi oleh Basri Dodo yang sebelumnya menjabat sebagai Sekjen PB HMI dalam sidang pleno III yang diikuti sebagian besar fungsionaris PB HMI, Bakornas dan 15 BADKO HMI Se-Indonesia yang dilaksanakan di Graha Insan Cita (GIC), Depok, Minggu (24/6) lalu.

Menurut dia, keputusan MPK PB HMI bersifat tetap dan mengikat sesuai dengan konstitusi yang ada di HMI.

Ia mengatakan, dalam satu dasawarsa terakhir, PB HMI sudah tiga kali diterpa masalah kepemimpinan yaitu periode 2000-2002, 2003-2005 dan 2010-2012. Oleh karena itu, PB HMI harus mampu menangkap akar masalah, dimana persoalan ini terjadi berulang kali.

"Ada masalah besar di tubuh PB HMI menyangkut masalah kepemimpinan serta kecenderungan pemanfaatan organisasi untuk kepentingan dirinya sendiri, sehingga terdapat oknum yang tak perduli dengan aturan tersebut asalkan kepentingan pribadinya terpenuhi," kata Syamsuddin.

Sementara itu, Basri Dodo yang dipilih mengantikan Ketum PB HMI, mengatakan, HMI membutuhkan pemimpin yang memiliki kapasitas dan integritas yang tinggi untuk mewujudkan visi misi HMI.

"Tipisnya intelektualitas dan integritas pemimpin di HMI karena selama ini kepemimpinan Noer Fajrieansyah berasal dari proses pemilihan yang transaksional," katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak semua elemen organisasi untuk menyelesaikan sengketa kepengurusan yang mencabik-cabik HMI.

Dihubungi terpisah, Ketum PB HMI yang dilengserkan, Noer Fajrieansyah mengatakan, keputusan organisasi itu tidak sah karena rapat pleno dan keputusan diambil saat dirinya sedang berada di Rusia. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca