Jakarta (ANTARA News) - Para pengunjung Popcon Asia bisa berinteraksi langsung dengan para komikus di "Artist Alley" .

Begitu memasuki Assembly Hall Jakarta Convention Center, pengunjung pameran pop culture itu bisa menemui para pembuat komik di deretan stan yang dipisahkan oleh sekat. Ada label nama artis di dinding setiap stan.

"Ada 25 booth artist di sini, kami sengaja bikin konsep booth terbuka yang kecil biar bisa interaksi langsung," kata Marlin Sugama dari Main Studios yang turut memprakarsai Popcon Asia.

Marlin mengemukakan, sebagian besar komikus yang menempati "Artist Alley" adalah komikus baru yang belum punya banyak karya untuk dipamerkan.

"Kalau boothnya kecil kan gak terlalu repot untuk mengisi dengan karya-karyanya yang mungkin belum terlalu banyak. Bisa langsung tempel poster, di meja taruh aja komik yang sudah terbit," lanjut dia.

Marlin dan suaminya, Andi Martin, dari Main Studios bekerjasama dengan penerbit komik online Makko untuk mengadakan pameran Popcon Asia.

Kendati mengusung nama Asia namun pameran itu lebih banyak diramaikan komunitas pencipta seni kreatif seperti komikus dan animator dari Indonesia.

"Kami ingin showcase karya lokal seperti komik dan animasi. Itu kan sudah menjadi kebudayaan, pop culture. Digabungin deh untuk showcase," jelas Marlin.

Namun ada pula beberapa seniman dari negara tetangga seperti Filipina dan Singapura yang hadir dalam pameran itu. Salah satu komikus Filipina yang berpartisipasi di Popcon Asia adalah Harvey Tolibao, yang kini bekerja untuk perusahaan komik besar Amerika Serikat, Marvel Comics.

Bagi Marlin, jumlah pengunjung pameran pada hari pertama cukup menggembirakan. "Saya kira hari ini akan seperti kuburan, apalagi ini hari kerja," kata dia.

Dia berharap para pengunjung bisa mendapat inspirasi dari peserta pameran Popcon Asia. Marlin juga menjanjikan Popcon Asia akan berlanjut pada Juli tahun depan.

(nan)