Sabtu, 20 September 2014

BI siapkan sejumlah kebijakan keuangan inklusif

Rabu, 27 Juni 2012 21:47 WIB | 3.830 Views
Jakarta (ANTARA News) - Bank Indonesia siap menerbitkan sejumlah kebijakan mengenai keuangan inklusif (financial inclusion) yang bertujuan untuk membuka akses masyarakat seluas-luasnya ke sektor keuangan dan perbankan.

Direktur Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah di Jakarta, Rabu mengatakan kebijakan yang disiapkan antara lain mengenai "branchless banking", yang merupakan kebijakan untuk memperluas jangkauan bank dalam memberikan jasa keuangan.

Kemudian edukasi keuangan yang merupakan kebijakan untuk meningkatkan pelajaran keuangan sehingga masyarakat dapat memanfaatkan produk dan jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Selanjutnya adalah kebijakan "Start Up Credit", yang merupakan upaya untuk mencipatakan produk dan jasa perbankan yang sesuai dengan kebutuhan pengusaha pemula.

Selain itu juga kebijakan, Financial Identity Number (FIN), yang merupakan penyusunan nomer induk keuangan yang mencakup masyarakat yang sama sekali belum pernah berhubungan dengan bank (Strictly unbanked people), masyarakat yang pernah terhubung dengan bank (Partially unbanked) maupun masyarakat yang sudah terhubung dengan bank (Fully banked).

Sebelumnya, Wakil Presiden Boediono, membuka secara resmi Pekan Kegiatan Keuangan Inklusif dan mencanangkan setiap hari RABU pada awal bulan sebagai hari RAjin menaBUng.

Pencanangan dilakukan untuk meningkatkan budaya menabung di masyarakat serta sebagai kelanjutan dari Gerakan Indonesia Menabung yang sebelumnya telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia pada Februari 2010.

Pekan Kegiatan Keuangan Inklusif merupakan kegiatan yang dilaksanakan Bank Indonesia bekerja sama dengan kementerian terkait serta Perbanas dan akan berlangsung mulai 27 Juni � 1 Juli 2012 di Jakarta Convention Center (JCC).

Kegiatan ini merupakan salah satu sarana untuk memperluas akses layanan keuangan secara merata bagi seluruh lapisan masyarakat dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, dan ketidakmerataan pendapatan di Indonesia.

Pada kesempatan pembukaan Pekan Kegiatan Keuangan Inklusif juga telah ditandatangani tiga Nota Kesepahaman (MoU), yaitu antara BI dengan Kemendiknas dalam rangka pelaksanaan edukasi perbankan dan keuangan kepada peserta didik di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah umum serta universitas.

Nota kesepahaman antara Bank Indonesia dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, dalam rangka peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM bidang kelautan; dan BI dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat memperoleh dokumen pertanahan dalam rangka perluasan dan pemerataan akses pembiayaan perbankan.

Keuangan Inklusif merupakan program yang bersifat jangka panjang yang dalam pelaksanaannya akan memerlukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak lain. Bank Indonesia akan terus berupaya dan berkomitmen untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program keuangan inklusif secara berkelanjutan. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga