Rabu, 17 September 2014

Angkasa Pura II harus punya direktur konstruksi

Rabu, 27 Juni 2012 22:24 WIB | 2.724 Views
Angkasa Pura II harus punya direktur konstruksi
Dahlan Iskan. (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mengusulkan kepada PT Angkasa Pura II Persero untuk menambahkan jajaran direksinya, dan harus mempunyai direktur konstruksi karena banyak proyek yang dikerjakan.

"Kalau ada direktur konstruksi biar lebih fokus untuk pengerjaan bandara," ujarnya saat dijumpai usai rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR-RI di Jakarta, Rabu.

Menurut Dahlan, saat ini Angkasa Pura II sedang mengembangkan Bandara Soekarno-Hatta, termasuk perluasan Terminal III dengan rencana penambahan apron.

Selain itu, mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) tersebut mengemukakan, direncanakan pengerjaan proyek kereta api bandara yang diharapkan tahun depan terealisasi.

"Investasinya sekitar Rp2 triliun. Jadi, kereta api dari Sudirman nanti bisa langsung ke bandara," tuturnya.

Selain itu, Angkasa Pura juga mengembangkan sembilan bandar udara yang dikelolanya, yakni Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru yang dikembangkan dari 0,7 juta penumpang per tahun (JPT) menjadi 2,5 JPT, dan ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2012.

Kemudian, Bandara Supadio Pontianak dikembangkan dari 0,875 JPT menjadi 2,5 JPT dengan target penyelesaian akhir 2013, dan Bandara Depati Amir Pangkal Pinang dari 0,35 JPT menjadi 1,3 JPT dengan target selesai Desember 2012.

Berikutnyua, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dari 1 JPT menjadi 2,5 JPT serta Bandara Sultan Thaha Jambi dari 0,5 JPT menjadi 1,5 JPT yang diharapkan selesai pada Desember 2012.

Selanjutnya, Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang yang dikembangkan dari 0,1 JPT menjadi 1 JPT, juga ditargetkan selesai pada akhir 2012.

Bandara baru Kualanamu di Deli Serdang, Medan, dibangun dengan kapasitas 8,1 JPT (Tahap I) untuk menggantikan Bandara Polonia yang hanya berkapasitas 0,9 JPT.

Sementara itu, pengembangan yang telah selesai dilakukan pada tahun 2011 adalah Bandara Minangkabau Padang, dari kapasitas 1 JPT menjadi 2,5 JPT. Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dari kapasitas 22 JPT menjadi 62 JPT baru dilakukan pada pertengahan Juli 2012.
(T.KR-SSB/D007)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga