Selasa, 2 September 2014

BKSDA Sumbar lepas 31 trenggiling di TRBH

Kamis, 28 Juni 2012 00:11 WIB | 3.880 Views
BKSDA Sumbar lepas 31 trenggiling di TRBH
Penyelundupan Trenggiling Seorang petugas Direktorat Polair Polda Sumut memperlihatkan binatang Trenggiling (Manis javanica) yang sudah mati saat diamankan di Mako Polair Belawan Medan, Sumut, Kamis (29/9). Sebanyak 111 ekor Trenggiling hidup dan 33 ekor yang mati, berhasil digagalkan petugas saat dibawa dengan menggunakan kapal layar motor dari perairan Belawan menuju Malaysia. (FOTO ANTARA/Septianda Perdana))
Padang (ANTARA News) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat, melepaskan 31 ekor trenggiling (manis javanica) di Taman Raya Bung Hatta (TRBH), Padang.

"Trenggiling ini kita lepas di Taman Hutan Raya Bung Hatta, Ladang Padi usai menjalani pemeriksaan," kata Kasat Polhut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Nurjono di Padang, Rabu.

Menurut dia, trenggiling yang dilepas tersebut temuan dari pihak kepolisian ketika bus PO Putra Simas BD nomor polisi (Nopol) BD 7031 AN jurusan Bengkulu-Medan terbalik di daerah Kubu Karambia, Batipuh Kabupaten Tanah Datar.

Dari 35 trenggiling yang ditemukan saat kecelakaan bus PO Putra Emas di Padang Panjang, 4 ekor di antaranya mengalami cedera.

"Satwa yang dilindungi ini membutuhkan perawatan intensif dan terpaksa dititipkan di Kebun Binatang Kinantan Bukittinggi," kata Nurjono.

Dia menambahkan, trenggiling yang ditemukan itu umurnya diperkirakan lebih dari 4 tahun dengan bobot 7 kg sampai 8 kg/ekor.

"Sedangkan harga jualnya setiap 1 kg mencapai Rp800 ribu. Sehingga bila ditotal, dari 35 ekor trenggiling itu bakal menghasilkan uang Rp100 juta," katanya.

Di pasaran gelap internasional, lanjut Nurjono, harga daging trenggiling mencapai 112 dolar AS (sekitar Rp1 juta) per kg. harga sisik trenggiling per keping mencapai 100 dolar AS (sekitar Rp900 ribu).

Dia mengatakan, hingga saat ini belum diketahui pemilik trenggiling, diperkirakan hewan dilindungi itu akan dibawa ke Sumatera Utara dari Bengkulu.

Pihak kepolisian masih menyelidiki siapa pemilik hewan yang dilindungi tersebut. "Proses penyelidikan perdagangan trenggiling ini diserahkan pada Polsek Padang Panjang berbarengan dengan penanganan kasus kecelakaannya," kata Nurjono.

Dia menambahkan, ini adalah merupakan penyelundupan trenggiling pertama sepanjang 2012 ini, sebuah prestasi gemilang Polres Padang Panjang dalam penyelamatan satwa dilindungi.

"Untuk pengawasan penjualan dan penyelundupan hewan yang dilindungi ini, BKSD Sumbar bekerja sama pihak kepolisian dengan cara memperketat pengawasan di jalur laut dan darat," katanya.

Pelaku penyelundupan hewan ini, menurut Nurjono, dapat diancam dengan pasal 21 ayat 2 UU nomor 5 tahun 1990 yang menyebutkan tiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, dan memperdagangkan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup atau mati dengan ancaman pidana kurungan 5 tahun dan denda Rp100 juta.  (ZON/R010)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca