Jumat, 22 Agustus 2014

Kebakaran lahan disekitar TNDS kembali terjadi

Kamis, 28 Juni 2012 17:52 WIB | 6.208 Views
Kebakaran lahan disekitar TNDS kembali terjadi
Ilustrasi - Kebakaran hutan (FOTO ANTARA/Siswowidodo/ed/Spt/11) ()
Pontianak (ANTARA News) - Tim tanggap darurat yang diturunkan untuk menanggulangi kebakaran yang terjadi pada hutan di sekitar kawasan Taman Nasional Danau Sentarum berhasil memadamkan dua titik api di kawasan tersebut, namun sepulangnya tim itu, diketahui titik api kembali muncul di Desa Leboyan.

"Sejak tim tanggap darurat diterjunkan, kebakaran TNDS dapat teratasi. Namun sepulangnya tim, timbul lagi titik api baru di Desa Leboyan," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Gunawan, Kamis.

Ia menjelaskan sejak tim tanggap darurat diterjunkan, dalam dua hari sudah dapat meminimalisir kebakaran TNDS. Bahkan ketika tim mengakhiri tugasnya, tidak ada tampak asap lagi.

Selain berkat kerja keras tim, itu juga karena turunnya hujan. "Namun kita mendapatkan laporan dari masyarakat melalui Camat bahwa muncul api baru di Desa Leboyan, dimana kebakaran di desa ini diketahui sejak kemarin malam," katanya.

Walau pun tidak sebesar titik api sebelumnya, kebakaran itu dikhawatirkan merambah ke permukiman penduduk dan SMP di Desa Leboyan.

Ditambahkan Gunawan, pihaknya saat ini masih menunggu laporan tim kecamatan. Apabila api meluas dan kecamatan tidak mampu mengatasinya, baru akan diambil tindakan dari Kabupaten.

Ia juga menjelaskan, sebelum tim diturunkan, berdasarkan pantauan satelit NOAA-18, tanggal 22 Juni lalu didekteksi dua hotspot yang berada dalam kawasan TNDS, yaitu di Desa Sepadan Kecamatan Batang Lupar dengan luasan 34,5 hektar dan sudah dipadamkan.

Kemudian di Desa Vega Kecamatan Selimbau yang sedang dilakukan pemadaman oleh Manggala Agni dengan jumlah personel sebanyak 45 orang yang dibagi dalam tiga regu.

Kemudian ada terpantau juga titik panas di luar kawasan TNDS yang sulit dijangkau. Berdasarkan informasi terakhir setidaknya ada tiga titik api.

(ANT-171)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Top News
Baca Juga