Jakarta (ANTARA News) - Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) mengharapkan Joint Committee (Komite Bersama) PSSI yang merupakan tindak lanjut MoU Kuala Lumpur, 7 Juni 2012, dapat melaksanakan pertemuan awal 12 Juli mendatang.

Sekjen AFC Dato' Alex Soosay mengkorfirmasi kepastian tersebut melalui surat tertanggal 26 Juni 2012 yang diterima Sekjen PSSI Tri Goestoro.

Pertemuan awal 12 Juli nanti diharapkan membuka babak baru penyelesaian menyeluruh semua persoalan yang selama ini ada di organisasi sepakbola Indonesia. Sebab lima poin utama MoU Kuala Lumpur mencakup semua hal, dimulai dari rancangan perubahan Statuta sampai rencana penyelenggaraan kongres PSSI akhir tahun 2012.

Direktur Media PSSI, Tommy Rusihan Arief, dalam situs resmi PSSI, Kamis, mengatakan bahwa surat Sekjen AFC Dato' Alex Soosay tanggal 26 Juni 2012 juga berisi pengesahan delapan anggota Joint Committee.

Wakil PSSI: Todung Mulia Lubis (Ketua), Widjajanto (anggota), Saleh Ismail Mukadar (anggota) dan Catur Agus Saptono (anggota). Wakil ISL/KPSI: Djamal Azis (Wakil Ketua), Togar Manahan Nero (anggota), Joko Driyono (anggota), Hinca IP. Pandjaitan (anggota).

"Surat dari Sekjen AFC ini merupakan dasar kepastian dan rencana kerja, termasuk komposisi resmi personil Joint Committee. Kita harapkan semuanya akan berjalan baik dan produktif untuk kepentingan sepakbola nasional," ujarnya.

Surat Sekjen Dato' Alex Soosay juga meminta agar semua informasi termasuk tanggal, lokasi, maupun rancangan agenda Joint Committee PSSI, diinformasikan ke AFC. Surat Sekjen AFC tanggal 26 Juni 2012 adalah balasan surat yang dikirim Sekjen PSSI Tri Goestoro pada 15 Juni 2012.

Beberapa poin penting dalam MoU Kuala Lumpur 7 Juni 2012, adalah rencana perubahan Statuta, prosedur pengembalian posisi empat Exco yang dipecat, penyatuan liga profesional, sampai penyelenggaraan kongres akhir tahun 2012. Semuanya sudah diatur secara tertulis dalam poin-poin MoU Kuala Lumpur. Tugas Joint Committee adalah menyiapkan semua rancangan yang diatur dalam MoU untuk selanjutnya dibawa ke kongres PSSI 2012 untuk mendapatkan persetujuan dan pengesahan.

"Bagi kita tentu kepentingan sepakbola nasional yang harus diutamakan. Saya berharap semua pihak berpikir lebih jernih untuk menjaga kehormatan sepakbola Indonesia," ujar Direktur Media PSSI.

(*)