Sabtu, 20 September 2014

33 negara ikuti Ijtima ulama di Tasikmalaya

Kamis, 28 Juni 2012 19:04 WIB | 2.006 Views
33 negara ikuti Ijtima ulama di Tasikmalaya
ilustrasi kitab suci Al Quran raksasa yang di Pamerkan di Masjid Raya Makassar, Sulsel. (ANTARA/Yusran Uccang)
Tasikmalaya (ANTARA News) - Sebanyak 33 negara Asean dan Timur Tengah diundang mengikuti kegiatan Ijtima ulama ke-IV di komplek pondok pesantren Cipasung, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, selama empat hari, 29 Juni hingga 2 Juli 2012.

"Kegiatan yang dilaksanakan Ijtima ulama itu diskusi-diskusi tentang pencerahan keagamaan," kata Wakil Sekretaris Panitia Daerah, Tatang Sunarya kepada wartawan, Kamis.

Kegiatan dua tahun sekali tersebut diselenggarakan sepenuhnya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan dukungan dari para ulama berbagai negara.

Peserta kegiatan Ijtima itu, selain perwakilan ulama dari 33 negara, juga dari unsur Dewan Pimpinan MUI pusat, anggota komisi Fatwa MUI pusat, pimpinan komisi kelembagaan ormas Islam pusat, pimpinan Fakultas Syariah IAIN atau UIN.

Selanjutnya dihadiri pimpinan MUI provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia, cendekiawan muslim, unsur perorangan atau tokoh masyarakat, serta unsur organisasi Islam di luar negeri.

Tujuan kegiatan Ijtima itu, dijelaskan Tatang sebagai forum kebersamaan komisi fatwa MUI, majelis ulama dan fatwa dari berbagai negara, sekaligus menjadi wahana penyerapan kebutuhan masyarakat dan respon ulama mengenai masalah keagamaan dan kebangsaan aktual.

Selanjutnya, kata Tatang, dari berbagai komponen umat yang mempunyai kepedulian terhadap keagamaan dan kebangsaan akan membahas masalah fatwa serta pemberdayaan komisi fatwa di tingkat daerah, dan dilingkungan organisasi Islam di Indonesia.

Rangkaian dalam agenda kegiatan itu, kata Tatang, membahas Hak Azazi Manusia (HAM) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara perspektif Indonesia dan prinsip pemerintah yang baik dalam mengurai masalah tata negara, serta masalah fatwa perampasan aset milik koruptor.

Berbagai pembahasan masalah aktual bangsa itu, oleh para ulama melalui berbagai komisi akan dirumuskan hingga menghasilkan sebuah keputusan untuk kebaikan umat.

"Sidang komisi itu nanti diplenokan untuk mengambil keputusan yang nantinya akan dijadikan sebagai dasar untuk pelaksanaan keagamaan bagi warga masyarakat kita," katanya.

Persiapan kegiatan tersebut, pihak panitia daerah telah menyiapkan asrama dengan daya tampung sebanyak 750 orang, sementara pelaksanaan kegiatan dipusatkan dilingkungan Kampus Institut Agama Islam Cipasung. (KR-FPM/R010)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga