Jakarta (ANTARA News) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan harga gas untuk industri akan dinaikkan sebesar 50 persen.

"Setelah rapat di kementerian ESDM, kemudian rapat lagi bertemu industri, kami sudah menghitung ulang, kesimpulan didapat keputusan diambil pertama kenaikan harga gas tidak jadi 55 persen tapi 50 persen," kata Jero Wacik didampingi Menteri Perindustrian MS Hidayat saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis.

Menurut Jero, kenaikan harga gas tersebut akan dilakukan seusai lebaran, secara bertahap dalam dua kali. Pertama pada 1 September 2012, harga gas akan dinaikkan sebesar 35 persen. Kemudian pada 1 April 2013 harga gas naik 15 persen.

"PGN segera akan menindaklanjuti keputusan itu," katanya.

Menurut dia, penyesuaian oleh pemerintah tersebut didorong oleh kenyataan bahwa harga gas untuk industri saat ini terlalu murah sehingga perlu untuk disesuaikan.

Ia mengatakan, harga di pasar internasional telah mencapai 16 dolar AS per mmbtu, sementara harga jual saat ini harga di dalam negeri masih enam dolar AS per mmbtu.

Sementara itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat meminta agar industri menerima kenaikan ini.

Menurut MS Hidayat , hal ini telah diperhitungkan dengan sungguh-sungguh dan pentahapannya telah disesuaikan dengan hasil pertemuan dengan industri.

Ia menambahkan, kenaikan ini diperlukan untuk menjamin pasokan dan tidak lagi dikurangi.

"Kenaikan ini dianggap `reasonable` (masuk akal) dan untuk keberlanjutan pasokan," katanya.(M041/A011)