Sabtu, 20 September 2014

Akil: saweran gedung KPK bentuk gratifikasi

Kamis, 28 Juni 2012 19:33 WIB | 2.902 Views
Akil: saweran gedung KPK bentuk gratifikasi
ilustrasi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta.(FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari)
Jakarta (ANTARA News) - Hakim Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar menilai, saweran atau sumbangan masyarakat untuk pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan bentuk gratifikasi.

"Saweran buat gedung KPK itu bentuk dari gratifikasi," kata Akil, saat ngobrol santai dengan wartawan di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, anggaran gedung yang mencapai ratusan miliar tidak mungkin dikumpulkan dengan sumbangan hanya Rp1.000, tetapi pasti ada sumbangan dari pihak yang menyumbang dengan jumlah yang besar.

Akil mengkhawatirkan jika orang yang menyumbang dengan nilai besar ini nantinya bisa memengaruhi kebijakan KPK sendiri.

"Orang ini bisa mendesak KPK karena sumbangannya besar," katanya.

Hakim konstitusi ini juga mengkhawatirkan sumbangan yang masuk bisa berasal dari praktik pencucian uang atau tindakan ilegal lain.

Akil mengatakan bahwa sumbangan yang masuk dan berasal dari masyarakat tidak akan bisa teridentifikasi secara jelas sehingga tidak ada antisipasi bahwa yang menyumbang merupakan kelompok-kelompok yang acap melakukan kegiatan ilegal.

"Karena itu, KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi bisa termasuki dana tidak jelas," katanya.

Akil juga mengatakan bahwa KPK tidak sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bisa mendapatkan dana bantuan dari manapun.

"KPK adalah lembaga negara yang harus tunduk pada aturan yang berlaku," tegasnya.

Untuk itu, Akil meminta KPK segera menghentikan kegiatan saweran tersebut.

Hakim konstitusi ini meminta KPK untuk lebih mengedepankan pada upaya supervisi lembaga-lembaga lain yang memiliki tugas mencegah tindak pidana korupsi.

Seperti diketahui, DPR belum menyetujui pencairan dana pembangunan gedung KPK yang diperkirakan mencapai Rp225,7 miliar.

Dengan tidak disetujui pencairan dana pembangunan ini, salah seorang pimpinan KPK, Bambang Widjojanto akan menggalang dana masyarakat guna membangun gedung KPK baru tersebut.
(J008/I007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga