Kamis, 23 Oktober 2014

Inklusi keuangan ASEAN dukung MEA 2015

| 3.487 Views
id inklusi keuangan asean, masyarakat ekonomi asean, Somsak Pipoppinyo
"Konferensi Inklusi Keuangan ASEAN pertama menjadi inisiatif yang mengikutsertakan inklusi keuangan ke dalam agenda ASEAN menuju terciptanya MEA 2015,"
Jakarta (ANTARA News) - Inklusi keuangan di wilayah regional Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) semakin menguatkan dukungan dalam rangka pendirian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015.

"Konferensi Inklusi Keuangan ASEAN pertama menjadi inisiatif yang mengikutsertakan inklusi keuangan ke dalam agenda ASEAN menuju terciptanya MEA 2015," kata Perwakilan dari Sekretariat ASEAN Somsak Pipoppinyo, dalam Konferensi Inklusi Keuangan ASEAN di Jakarta, Kamis.

Dengan inklusi keuangan ASEAN, sejumlah negara kawasan regional bisa melakukan pertukaran informasi dan masukan implementasi pengelolaan keuangan terbaik.

Selain itu inklusi juga bisa berguna untuk merumuskan kebijakan dan rekomendasi di antara negara ASEAN seperti pendidikan terkait keuangan dan perlindungan nasabah.

Dalam pertemuan itu juga dijelaskan bahwa upaya yang bisa dilakukan sejumlah negara ASEAN baik untuk jangka pendek hingga panjang dapat menyesuaikan inklusi keuangan di wilayah regional.

"Inklusi keuangan juga bisa meningkatkan pembangunan kapasitas dan mendorong pertumbuhan keuangan terutama bagi wirausahawan ASEAN tingkat kecil dan menengah (UKM)," jelas Somsak.

Dengan demikian inklusi keuangan akan menjadi inisiatif lintas sektor yang memasukan proses keuangan dan perkembangan UKM yang akan dilaporkan kepada para pemimpin ASEAN melalui Pertemuan Menteri Keuangan ASEAN dan Menteri Ekonomi ASEAN.

Sementara itu, Direktur Senior Bank Indonesia Zaeni Aboe Amin menjelaskan, terdapat kemungkinan kerja sama dari inklusi keuangan ke depan antara lain, terdiri dari pertukaran dan pembaharuan tahapan penciptaan strategi ekonomi nasional berdasarkan kebutuhan masing-masing negara.

Terkait sisi regulasi, sejumlah bank sentral dan pengatur keuangan di negara ASEAN bisa mengkaji ulang dan memfasilitasi peraturan untuk mendorong pemberlakuan inklusi keuangan.

"Untuk sisi remitansi, sejumlah regulator juga diharapkan bisa memfasilitasi aliran transaksi keuangan dari luar negeri dan memperkuat regulasi implementasi keamanan agen perbankan dan `mobile banking`, kata Zaeni.

Kemudian dari sisi pendidikan dan perlindungan nasabah, regulator dapat menyusun strategi bersama untuk program pendidikan keuangan yang fokus pada perlindungan konsumen.
(B019/E008)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Terpopuler
Baca Juga