Selasa, 30 September 2014

Nano Riantiarno: opera Sisingamangaraja XII akan "guncang" Jakarta

Kamis, 28 Juni 2012 20:07 WIB | 4.664 Views
Nano Riantiarno: opera Sisingamangaraja XII akan
Tokoh Teater dan seni pertunjukan tanah air Nano Riantiarno (Foto ANTARA)
Pementasan ini akan mengguncang, mereka anak-anak kampung dan anak sekolah tapi bisa menyajikan sesuatu yang mengagetkan."
Jakarta (ANTARA News) - Tokoh teater Indonesia Nano Riantiarno mengatakan, Opera Batak Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII merupakan sebuah peristiwa besar yang akan "mengguncang" Jakarta.

"Tanggal 6-7 Juli nanti akan ada sebuah peristiwa besar dan saya pikir punya kemampuan mengguncang Jakarta," kata Nano di Jakarta, Kamis.

Pernyataan Nano itu tidak lepas dari kekagumannya atas tokoh Sisingamangaraja yang dianggap luar biasa dimana raja Batak dari sebuah desa yang kecil, yaitu Bakkara bisa mengajak daerah lain untuk membantu melawan penjajah Belanda.

"Saya melihat pertunjukannya bagus dan memang banyak yang harus diperbaiki, lepas dari itu, naskahnya sangat cerdas dan editing yang luar biasa maka saya menyatakan siap membantu," kata dia.

Nano bersama Ratna Riantiarno ikut terlibat dalam pementasan Opera Batak Sisingamangaraja XII yang akan dipentaskan siswa Seminari Menengah Pematang Siantar, Sumatera Utara, sebagai advisori, sementara sutradara aslinya adalah Sultan Saragih.

Bantuan yang akan diberikan sutradara kondang teater Koma, Jakarta itu antara lain dari segi artistik, yaitu lagu, busana, dekorasi termasuk memoles seni peran dan paduan suara.

Menurut pendiri Teater Koma itu, vokal yang dimiliki para pemain luar biasa dimana hanya butuh waktu dua hari untuk latihan sudah didapatkan bahan suara yang luar biasa.

"Pementasan ini akan mengguncang, mereka anak-anak kampung dan anak sekolah tapi bisa menyajikan sesuatu yang mengagetkan," ujar Nano.

Opera Batak akan dipentaskan dua kali, yaitu pada 6 dan 7 Juli 2012 di Taman Ismail Marzuki (TIM) pukul 19.00-22.00 WIB. Pementasan tersebut berisi kisah dan perjuangan Raja Sisingamangaraja XII dalam melawan penjajan Belanda.

Pementasan tersebut akan mengolaborasikan antara seni peran, seni musik dan seni tari dimana tari Tortor dan Gordang Sambilan turut ditampilkan sehingga diharapkan pementasan Opera Batak itu menjadi salah satu upaya melestarikan aset bangsa terutama budaya Batak. (D016/M026)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga