Kamis, 18 Desember 2014

Presiden: perekonomian global belum menggembirakan

| 3.118 Views
id krisis global, krisis eropa, krisis spanyol, presiden yudhoyono
Presiden: perekonomian global belum menggembirakan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (FOTO ANTARA)
Kesimpulannya mana yang bisa menjaga pertumbuhan diharapkan di jaga, Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya diharapkan (bisa melakukan langkah itu-red). Bagi negara lain diharapkan ada langkah cepat terutama untuk mencapai konsensus politik di zo
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan kondisi perekonomian global belum menggembirakan sehingga Indonesia diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Kamis siang, Presiden mengatakan hal tersebut merupakan salah satu pokok bahasan KTT G-20 yang berlangsung di Los Cabos Meksiko pekan lalu.

"Kesimpulannya mana yang bisa menjaga pertumbuhan diharapkan di jaga, Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya diharapkan (bisa melakukan langkah itu-red). Bagi negara lain diharapkan ada langkah cepat terutama untuk mencapai konsensus politik di zona Euro," kata Presiden.

Kepala negara mengatakan dalam forum tahunan yang dihadiri oleh 20 kepala negara-negara yang memberikan kontribusi pada perekonomian global dibahas dan disepakati sejumlah hal antara lain tekad untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dunia agar berkelanjutan.

"Juga dibahas upaya stabilisasi keuangan dunia, isu pembangunan infrastruktur dan food security serta isu terkait job creation (penciptaan lapangan kerja) dan lainnya," kata Presiden.

Kepala Negara menambahkan, "di forum F-20 kita membahas kerja sama internasional dan meminta pemimpin di Euro Zone bisa cepat menyelesaiakan masalahnya sehingga apa yang kita lakukan bisa berdampak positif."

Presiden mengatakan ia mengikuti perkembangan yang terjadi dalam pertemuan pemimpin negara di kawasan Eropa membahas perbaikan krisis yang terjadi namun saat ini diantara pemimpin negara di kawasan tersebut belum mencapai kesepakatan bulat mengenai langkah yang diambil untuk segera menyelesaikan krisis yang berlangsung itu.

Walaupun masih mencatat angka pertumbuhan positif, Indonesia, kata Presiden tetap harus terus mengamati dan melihat perkembangan yang terjadi sehingga perekonomian nasional tetap terjaga.
(P008*M041/R007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga