Rabu, 3 September 2014

Kalahkan Jerman, Italia tantang Spanyol di final

Jumat, 29 Juni 2012 03:44 WIB | 6.190 Views
Kalahkan Jerman, Italia tantang Spanyol di final
Cesare Prandelli (tengah) diselamati ofisial dan Preiden Federasi Sepakbola Italia Demetrio Albertini (kiri) setelah mengantarkan Italia ke final Piala Eropa 2012 (AFP)
Jakarta (ANTARA News) - Italia lolos ke final Piala Eropa 2012 untuk menghadapi juara bertahan Spanyol yang sudah lolos lebih dulu, setelah mereka membukukan kemenangan 2-1 atas Jerman di Warsawa, Jumat.

Dua gol Italia dicetak di babak pertama, lewat dua gol penyerangnya, "Super Mario" Balotelli. Gol pertama dicetak lewat sundulan pada menit 20 memanfaatkan umpan Antonio Cassano, sedangkan gol kedua Balotelli datang 16 menit kemudian, kali ini dari tendangan kerasnya.

Gol kedua berawal dari umpan jauh Riccardo Montolivo yang memanfaatkan serangan balik. Balotelli dengan cerdik lolos dari jebakan offside, dan langsung mencetak gol.

Jerman yang banyak menyerang baru bisa mencetak gol pada menit 91 setelah mendapatkan hadiah penalti. Mesut Ozil berhasil mengubah keadaan menjadi 1-2.

Pada babak kedua, Jerman tetap mendominasi serangan. Bola-bola "Der Panzer" kebanyakan datang dari sisi kiri pertahanan Italia di mana Jerome Boateng banyak melakukan penetrasi.

Namun, serangan-serangan ini jarang sekali berbuah tendangan ke arah gawang Italia karena kebanyakan umpan-umpan Jerman selalu terlebih dahulu membentur bek-bek Italia.

Salah satu kesempatan terbaik "Der Panzer" datang pada menit 60 saat  mendapatkan tendangan bebas dari posisi yang sangat menguntungkan depan kotak penalti Italia. Sayang, tendangan keras Marco Reus masih bisa diselamatkan Gianluigi Buffon dengan kedua tangannya.

Menit 80 giliran Toni Kross melakukan tendangan keras dari luar kotak penalti, namun arahnya masih jauh ke atas gawang Italia.

Lalu Klose pada menit 90 hampir mencetak gol dari  kemelut di gawang Buffon. Lagi-lagi Jerman gagal.

Italia yang diserang habis-habisan kembali melakukan serangan balik pada menit 65. Kerjasama Diamanti dan Marchisio hampir saja menambah keunggulan Italia. Sayangnya tendangan Marchisio melebar di sisi kiri gawang Jerman.

Lagi-lagi Marchisio membahayakan gawang Jerman. Lewat serangan balik pada menit 75, dia melepaskan tendangan yang masih melebar di sisi kanan gawang Manuel Neuer.

Pada menit 81, serangan datang kembali lewat Di Natale. Meski sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper, namun penyerang pengganti ini gagal menjaringkan bola.

Satu menit kemudian, Balzaretti berhasil mencetak gol ke gawang Jerman, namun dianulir wasit karena offside.

Pelatih Jerman, Joachim Loew melakukan dua pergantian di babak kedua. Marco Reus masuk menggantikan Lukas Podolski, dan Miroslav Klose bermain menggantikan Mario Gomez.

Pada menit 70, Jerome Boateng digantikan Thomas Muller. Jatah tiga pergantian telah dimanfaatkan seluruhnya oleh Jerman.

Sementara Cesare Prandelli, baru mengganti Antonio Cassano dengan Alessandro Diamanti pada menit 57. Lalu pada menit 62 Montolivo digantikan oleh Thiago Motta.

Italia pun menghabiskan jatah pergantian pemainnya, dengan mengistirahatkan "Super Mario" Balotelli pada menit 69 dengan memasukkan Antonio Di Natale.

Bermula dari tiba-tiba jatuh karena keram, Prandelli kemudian menarik Bolatelli untuk menukarnya dengan Antonio Di Natale.  Menurut ESPN, Balotelli tampak memprotes penggantian ini.

"Dia tidak suka (ditarik) kendati Prandelli menjelaskan alasan dibalik penggantiannya ini," tulis ESPN.

Jerman unggul dalam penguasaan bola dengan 54 persen, tendangan ke arah gawang juga mereka unggul dengan 15 kali, sedangkan Italia 10 kali tendangan.

Pada final Piala Eropa 2012 Italia akan bertemu dengan Spanyol pada 1 Juli.  

Italia yang empat kali juara dunia dan sekali juara Eropa pada 1968, akan menghadapi Spanyol yang menjadi juara bertahan sekaligus, baik untuk Piala Dunia maupun Piala Eropa.

Kedua tim sedang berburu rekor.  Spanyol mengincar rekor sebagai tim pertama yang menjadi juara bertahan berturut-turut sekaligus menyandingkannya dengan trofi Piala Dunia, sedangkan Italia ingin menciptakan rekor dua kali menjadi juara Eropa. 

ESPN mengakhiri laporannya dengan pertanyaan berikut, "Bisakah Spanyol memenangi tiga turnamen besar berturut-turut lalu menciptakan sejarah? Atau bisakah Italia bercermin dari Piala Dunia 2006 saat mereka mencapai sukses di tengah belitan skandal pengaturan skor permainan di liga domestiknya?"

(lod)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Top News
Baca Juga