Sabtu, 1 November 2014

Petani jagung gagal panen akibat kemarau

| 2.271 Views
id tanaman jagung, petani jagung, kebun jagung
Petani jagung gagal panen akibat kemarau
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Seno S.)
ini termasuk kerugian yang tidak sedikit dialami bagi para petani
Sidikalang, Sumut (ANTARA News) - Petani jagung di Desa Lau Sireme, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara banyak yang gagal panen, akibat terjadinya musim kemarau beberapa minggu ini, sehingga mereka merugi.

"Jagung yang sudah mulai berbuah, juga banyak yang layu kelihatan seperti terbakar disebabkan musim kemarau yang terjadi di daerah tersebut," kata salah seorang petani jagung yang juga seorang ibu, Dharma (45) di Desa Lau Sireme, Jumat.

Tanaman jagung yang mengalami masalah akibat faktor cuaca itu, menurut dia, mengakibatkan banyaknya petani di desa tersebut menjadi bingung dan membiarkan begitu saja tanaman layu itu membusuk di kebun.

"Tanaman jagung yang kelihatan kuning terbakar akibat sengatan terik matahari itu tidak dapat lagi dikelola, dan ini termasuk kerugian yang tidak sedikit dialami bagi para petani," katanya.

Masim kemarau itu terjadi awal Juni dan benar-benar musibah yang tidak diduga-duga dialami petani, ujarnya.

"Padahal rencananya hasil panen jagung ini untuk biaya anak-anak yang masuk sekolah SD, SMP dan SMA. Dari mana kami mendapatkan uang sedangkan seluruh tanaman jagung sudahrusak," ujar seorang petani jagung, Ibu Dharma.

Jumlah penduduk di Desa Lau Sireme, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi 587 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.341, terdiri dari 1.171 laki-laki dan 1.170 perempuan.

Luas lahan tanaman jagung di Kabupaten Dairi mencapai 32.112 hektare dan produksi mencapai 146.628.8 ton. Perkebunan jagung berlokasi di 15 Kecamatan.
(ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga