Jakarta (ANTARA News) - Wahana luar angkasa China, Shenzhou-9, yang membawa tiga taikonot (astronot dalam peristilahan China) telah kembali ke Bumi setelah 13 hari melaksanakan misi di angkasa.

Tiga kru tersebut antara lain perempuan taikonot pertama China, Liu Yang (33), Jing Haipeng (komandan misi) dan taikonot senior, Liu Wang (43) yang bertugas melakukan docking manual dengan stasiun luar angkasa Tianggong-1, yang telah mengorbit lebih dahulu.

Teknologi penyatuan (docking) dua atau lebih wahana antariksa ini telah dikuasai secara baik oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet (kini Rusia).

Shenzou-9 mendarat di tengah provinsi Siziwang, Mongolia, dengan parasut yang melekat untuk melambatkan kecepatan pesawat pada 10.05 waktu setempat dan ditayangkan langsung di stasiun televisi lokal.

Dilaporkan ketiga astronot mendarat dalam kondisi sehat. Mereka kemudian meninggalkan kursi pesawat kapsul dengan senyum dan melambaikan tangan ke pendukung yang telah sejak beberapa waktu menunggu.  

Misi pesawat ulak alik ini adalah rencana pembangunan stasiun luar angkasa China pada 2020.

Kepala taikonot, Wen Jiabao, secara terpisah, mengatakan misi ini tergolong sangat sukses.
"Ini kontribusi Cina kepada rakyat dunia dalam menjelajahi dunia luar angkasa. Kami telah kembali dengan selamat dan sangat senang," katanya.

"Tiangkong 1 merupakan rumah kami di sana, sangat nyaman dan menyenangkan. Kami sangat bangga menjadi orang Cina," kata astronot wanita pertama Cina Liu Yang seperti dikutip BBC.

Awak Shenzhou-9 berhasil melakukan manuver dan mengaitkan dua kapal yang bisa mengorbit dengan kecepatan relatif terhadap bumi ribuan mil perjam. Awak pesawat juga berhasil melakukan docking otomatis pada dua kapal selama misi itu.

Liu Yang merupakan tamatan Angkatan Udara Cina dari Provinsi Henan. Dia dijuluki sebagai "Ksatria Terbang Kecil"

Dia direkrut Lembaga Luar Angkasa Cina 2 tahun lalu dan mendapatkan predikat terbaik disana.

Seperti diketahui Shenzhou-9 diluncurkan pada 16 Juni lalu.

(tri)