Selasa, 21 Oktober 2014

Aung San Suu kyi siap pimpin Myanmar

| 3.055 Views
id aung san suu kyi, pemimpin myanmar, suu kyi presiden
Aung San Suu kyi siap pimpin Myanmar
Aung San Suu Kyi siap pimpin Myanmar jika partai politik yang dia pimpin mendapat suara terbanyak pemilih dalam Pemilu demokratis pertama Myanmar pada 2015 nanti. Peraih Nobel Perdamaian ini sedang melakukan perlawatan ke beberapa negara Eropa untuk mencari dukungan ekonomi dan politik bagi Myanmar. (REUTERS/Damir Sagolj )
... pemimpin partai harus siap untuk kemungkinan ini (memerintah) jika dia benar-benar percaya pada proses demokrasi...
Paris (ANTARA News) - Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi, Kamis, menegaskan siap memerintah Myanmar jika partai politiknya memenangi pemilu legislatif pada 2015. "Setiap pemimpin partai harus siap untuk kemungkinan ini (memerintah) jika dia benar-benar percaya pada proses demokrasi," kata Suu Kyi kepada AFP.

Pemimpin oposisi Myanmar berusia 67 tahun itu tiba di Paris, Selasa, untuk kunjungan tiga hari, negara Eropa terakhir dari 17 hari lawatannya, untuk mencari dukungan ekonomi dan politik bagi transisi demokrasi di Myanmar.

Aktivis itu bertemu dengan Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius, dan tokoh utama politik Prancis sebelum bergabung dengan mantan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, untuk sarapan pagi.

Perjalanan Suu Kyi itu dilakukan dua bulan setelah partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), memenangkan besar-besaran pemilu sela pada April, sementara Suu Kyi sendiri memenangkan kursi DPR dengan konstituen daerah Kawhmu Yangon.

Suu Kyi mendapat jaminan dari Presiden Francois Hollande bahwa Paris akan mendukung upaya perubahannya.

Pada hari kedua kunjungan tiga harinya ke Prancis, tahap akhir lawatan bersejarahnya ke Eropa, Suu Kyi dijadikan warga kehormatan Paris dan bertemu dengan Fabius.

Sesudah bertemu dengannya pada Selasa, Hollande menyatakan Prancis akan mendukung "semua pemain" dalam perubahan Myanmar dan Paris siap menyambut Presiden pembaru Thein Sein jika ia ingin berkunjung.

"Saya menegaskan Prancis akan mendukung semua pemain dalam peralihan demokratik Myanmar dan akan melakukan segala yang mungkin dengan Eropa Bersatu, sehingga upaya itu berjalan sampai akhir," kata Hollande pada jumpa pers bersama dengan Suu Kyi di istana Elysee.

Saat ditanya tentang Thein Sein, yang pekan lalu diundang Inggris berkunjung, Hollande berkata, "Jika ia ingin datang, ia akan datang."

Peraih Nobel Perdamaian berusia 67 tahun itu datang ke Prancis setelah disambut hangat di Swiss, Irlandia, Norwegia dan Inggris serta diperlakukan dengan hormat seperti biasa diberikan kepala negara, termasuk makan malam dengan Hollande dan pejabat tinggi lain.

Suu Kyi dibebaskan dari hampir dua dasawarsa tahanan rumah pada November 2010 dan menjadi anggota parlemen pada awal tahun ini sebagai bagian dari peralihan bertahap menuju demokrasi di negara Asia Tenggara itu.

Ia menggunakan lawatan Eropa itu untuk menyeru penanaman modal terbuka di Myanmar.

"Kami perlu demokrasi dan pembangunan ekonomi," katanya, "Pembangunan tidak dapat mengganti demokrasi, tapi harus digunakan untuk memperkuat dasar demokrasi."

Suu Kyi menyatakan keterbukaan keuangan dalam industri ekstraktif dan bahkan usaha pada umumnya sangat penting untuk penanaman modal.

Ia menyatakan upaya masih perlu untuk meyakinkan pemerintah Myanmar akan kebutuhan perubahan demokratik, dan Sein Thein tampak tulus.

"Saya percaya bahwa presiden tulus dan saya percaya bahwa ia jujur, tapi saya tidak dapat berbicara untuk semua orang di pemerintah," katanya.

(H-AK/A023) 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga