Senin, 20 Oktober 2014

Culik komandan cara tentara Yaman protes pemotongan gaji

| 4.151 Views
id tentara yaman, culik komandan yaman, protes tentara yaman
... prajurit yang marah mengeluh komandan al-Awbali dan pejabat senior Pengawal Republik lainnya menolak membayar gaji mereka...
Sanaa, Yaman (ANTARA News) - Tentara Yaman yang mendukung protes-protes anti-pemerintah tahun lalu menculik seorang perwira senior militer, Kamis, sebagai protes terhadap pemotongan gaji.

Brigadir Jenderal Murad al-Awbali, komandan brigade ke-62 Pengawal Republik, diculik di satu pos pemeriksaan yang dikuasai tentara di distrik bergolak Jahana di pinggiran timur ibu kota Sanaa.

Al-Awbali, loyalis Presiden Ali Abdullah Saleh yang digulingkan, dan anaknya, Ahmed, yang masih memimpin Pengawal Republik, dituduh memotong gaji para tentara yang bergabung dengan protes-protes anti-Saleh tahun lalu.

Ribuan tentara mematahkan barisan dan bergabung dengan protes populer anti-pemerintah yang akhirnya memaksa pemimpin lama untuk mundur. Kekuasaan dialihkan kepada wakilnya, Abd-Rabbu Mansour Had,i pada Februari tahun ini berdasarkan kesepakatan yang ditengahi negara-negara Teluk tetangga.

Tidak seperti mereka yang berafiliasi dengan Garda Republik, ribuan tentara membelot mengakhiri pemberontakan dan kembali ke kesatuan-kesatuan mereka setelah Hadi memecat beberapa komandan dua bulan lalu.

Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari kesepakatan alih kekuasaan untuk mereformasi dan menyatukan kembali angkatan bersenjata guna memfokuskan upaya dalam memerangi gerilyawan Al Qaida yang mengamuk di wilayah selatan negara itu.

"Para prajurit yang marah mengeluh komandan al-Awbali dan pejabat senior Pengawal Republik lainnya menolak membayar gaji mereka sejak mereka bergabung dengan protes tahun lalu," kata seorang kepala suku yang menengahi pembebasan komandan yang diculik itu.

"Jadi mereka menculiknya untuk memaksa para pemimpin Pengawal Republik membayar gaji mereka dan memungkinkan mereka untuk kembali ke kesatuan mereka," katanya, mengisyaratkan bahwa upaya mediasi untuk membebaskan komandan membuat kemajuan.

Hadi berjanji untuk memulai reformasi di tentara guna mengakhiri perpecahan yang mengancam dan untuk memecah-belah negara Arab yang miskin itu.

Dia menggantikan sekitar 20 jenderal pada April, termasuk sejumlah kerabat Saleh dan loyalis, dalam upaya melaksanakan reformasi di dalam militer untuk berkonsentrasi pada upaya memerangi bangkitnya kembali jaringan Al Qaida dan membuka jalan bagi dialog nasional.

Kelompok oposisi di negara itu telah mengumumkan persyaratan mereka untuk terlibat dalam dialog nasional, termasuk penghapusan kerabat Saleh dari petinggi pos militer.

Negara Arab termiskin itu telah dicengkeram oleh kerusuhan selama setahun sejak protes anti-pemerintah meletus pada Januari 2011.

Bentrokan-bentrokan mematikan antara pasukan pemerintah dan tentara membelot di seluruh negeri telah menyebabkan ribuan orang tewas dan lebih banyak lainnya meninggalkan rumah mereka.

Pada awal bulan ini, tentara mengusir para pejuang Al Qaida dari beberapa kota di provinsi selatan Abyan, yang mereka telah kuasai selama hampir satu tahun.

(H-AK/H-RN) 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga