Jumat, 19 September 2014

Hokky dan Gde Arya waspadai lawan di Seri III Indoprix

Jumat, 29 Juni 2012 15:47 WIB | 4.146 Views
Hokky dan Gde Arya waspadai lawan di Seri III Indoprix
Ilustrasi. Lomba balap motor. (FOTO ANTARA/Siswowidodo)
Jakarta (ANTARA News) - Hokky Krisdianto dan I Gde Arya Kurniawan mendominasi perlombaan putaran kedua Indoprix 2012 Maret lalu, namun hal itu tidak menyurutkan kewaspadaan mereka terhadap lawan pada putaran ketiga yang berlangsung di Sirkuit Sentul, Minggu (1/7).

"Hokky dari Tim Honda Tunas Jaya Federal Oil dan I Gde Arya Kurniawan (Honda Daya PKG NHK AHRS Daytona), mematahkan dominasi Yamaha di kelas IP 110 di seri 2 dan itu merupakan sinyal mereka juga bisa mengulang sukses di seri 3," kata media ofiser Lili Permana dalam siaran pers, Jumat.

"Hokky dan Gde Arya mengatakan kendati mereka mampu menembus dominasi Yamaha di kelas IP 110, tapi pada putaran ketiga Minggu, tim berlambang Garpu Tala itu tak ingin kecolongan karena siap mengantisipasi kebangkitan Honda dari tekanan Kawasaki," kata Lili.

Rasa yakin itu sudah dikumandangkan Hokky, kata Lili, dan ia memasang target pribadi memperbaiki posisi di klasemen sementara pebalap dan ia sudah melakukan persiapan menjelang laga putaran ketiga mendatang.

"Mungkin yang membedakan tim saya dengan tim Honda lainnya, saya tampil di Sentul dari nol karena ini tahun pertama saya bersama Honda. Sementara tim Honda lainnya sudah punya data," ungkap Hokky dalam pernyataan pers.

"Jadi selain melakukan setting, kami juga terus mencari data. Dengan bagitu, kami bisa mendapatkan solusi terbaik saat race nanti," ujar Hokky.

Yang jelas, tegas Hokky, kerja keras tim plus dukungan penuh dari Astra Honda Motor (AHM) membuatnya optimistis bisa mencapai hasil maksimal di Sirkuit Sentul.

Ancaman Honda tentu merupakan tantangan buat Yamaha, tapi kendati Honda mulai menggeliat di Seri 2 di Park Circuit Kenjeran, Surabaya, 27 Mei lalu, tidak membuat Yamaha keder.

Ari Wibisono, Manajer Motorsport Yamaha Indonesia, malah menyambut baik perkembangan yang ditunjukkan Honda. Tapi, kali ini Ari menegaskan, Yamaha tak mau kecolongan lagi.

"Bagus, mereka berkembang. Tapi, kita juga tentu tak diam saja. Kita akan terus mencoba meraih yang terbaik. Di seri 2 lebih disebabkan kami salah strategi," jelas Ari.

Di sesi Superpole IP 110 misalnya, lanjut Ari, pembalap Yamaha masih saling menunggu. Akibatnya pembalap Honda lewat aksi I Gde Arya dan Hokky berhasil mencuri posisi 1-2 Superpole.

"Untuk seri 3 tak ada lagi tunggu-tungguan, semua peluang harus dimaksimalkan. Kami tak ingin kecolongan lagi di Sentul," tegas Ari.

Terpenting bagi Ari adalah mengamankan pencapaian pembalap Yamaha di dua seri sebelumnya. Memang di kelas IP 110 Honda berhasil menembus dominasi Yamaha, tapi, di klasemen pembalap IP 110 Rafid Topan (Yamaha Yamalube Nissin KYT Tunggal Jaya) dan Sudarmono (Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya) masih menempati dua posisi teratas.

Topan memimpin dengan 71 poin, sedangkan Sudarmono di urutan kedua dengan 48 poin, tapi mereka dibayangi ketat dua pembalap Honda, I Gde Arya dan Hokky yang berada di urutan tiga dan empat, masing-masing dengan 44 dan 41 poin.

Pebalap Yamaha Florianus Roy mengatakan, yang patut diwaspadai bukan hanya Honda, tapi Kawasaki juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Pembalap tim Yamaha Yamalube TDR FDR NHK Yonk Jaya itu mengatakan potensi Kawasaki di Sentul lebih mengkhawatirkan ketimbang Honda.

"Kalau Kawasaki sudah pasti berbayaha. Yang saya belum tahu justru Honda. Bagaimana performa mereka di sirkuit panjang seperti di Sentul. Itu baru ketahuan saat sesi kualifikasi nanti," ujar Florianus.

Di seri pembuka Indoprix 2012 di Sentul Kecil, 11 Maret lalu, Kawasaki mencuri kemenangan di IP 110 lewat aksi H Yudhistira.

Tapi di seri ketiga, rekan setim Florianus, Sigit PD, bakal tidak tampil maksimal lantaran belum pulih betul dari cedera patah tulang lengan kanannya. "Saya belum bisa fight 100 persen. Target saya mengamankan poin. Bisa tembus 10 besar sudah bagus," ujar Sigit, yang kini memimpin klasemen IP 125 dengan 88 poin.

(ANT)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga