Selasa, 21 Oktober 2014

Mahasiswa IPB tuntut transparansi pemilihan rektor

| 2.471 Views
id mahasiswa ipb, pemilihan rektor ipb, rektor ipb
... Kami akan mengawal pelaksanaan pemilihan rektor ini hingga selesai...
Bogor (ANTARA News) - Sekitar 100 mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa IPB menggelar unjuk rasa menuntut transparansi pemilihan rektor, di depan Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion IPB, Bogor, Jumat.

Dalam orasinya mahasiswa menuntut tiga hal yakni menuntut pemilihan rektor yang menjunjung Tridarma perguruan tinggi. Pemilihan rektor yang bersih dan transparan, pemilihan rektor harus menjunjung tinggi kapasitas dan akseptabilitas para calon rektor.

"Kami akan mengawal pelaksanaan pemilihan rektor ini hingga selesai. Kami inginkan pemilihan yang transparan dan menjunjung tinggi Tridarma IPB," teriak salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Aksi mahasiswa yang diberi nama gerakan #save pilrek IPB tersebut mendapat pengawalan ketat aparat keamanan IPB yang berjaga-jaga di pintu masuk gedung rektorat.

"Gerakan #save pilrek IPB merupakan bentuk kepedulian mahasiswa IPB terhadap pemimpin kampus yang sangat diidam-idamkan nanti," kata Lutfi Wandi, Menteri Kebijakan Kampus BEM KM IPB.

Lutfi mengatakan, aksi damai yang dilakukan mahasiswa IPB sebagai bentuk keprihatinan, karena sistem pemilihan yang tidak melibatkan mahasiswa.

Ia mengatakan, BEM telah melakukan audiensi dengan sejumlah pihak dalam memetakan hal-hal strategis dalam mekanisme pemilihan rektor.

Secara yuridis, pasca Undang-Undang BHP dicabut oleh Mahkama Konstitusi, IPB sudah menggunakan PP 66/2010 sebagai payung hukum sementara.

Namun, di pasal terakhir PP 66/2010 dinyatakan, universitas yang belum sanggup belum sanggup melakukan PP tersebut, diberikan masa transisi sampai 2013.

"Ini artinya, aturan main yang digunakan dalam pemilihan rektor 2012 adalah PP 154/2000. Implikasi logisnya adalah pemilihan rektor diputuskan melalui rapat pleno Majelis Wali Amanat. Seharunya kontribusi dan peran seluruh stekholder dalam pemilihan tidak boleh dikurangi termasuk mahasiswa," katanya.

(KR-LR/Y006) 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga