Kamis, 2 Oktober 2014

Vonis bebas koruptor bernuansa suap

Jumat, 29 Juni 2012 16:16 WIB | 2.149 Views
Vonis bebas koruptor bernuansa suap
Komisi Yudisial (ANTARANEws)
... Testimoni dari hakimnya sendiri...
Semarang (ANTARA News) - Ketua Komisi Yudisial, Eman Suparman, menyatakan, semua vonis bebas terdakwa kasus korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, bernuansa suap.

"Itu berdasarkan temuan tim investigasi ke lapangan," kata Eman usai menghadiri Rapat Kerja Nasional Ikatan Advokat Indonesia 2012, di Semarang, Jumat. Tim investigasi menemukan pelanggaran kode etik empat hakim tipikor di Pengadilan Tipikor Semarang yang meminta uang kepada advokat yang menangani kasus-kasus yang terdakwanya dibebaskan.

"Testimoni dari hakimnya sendiri dan sudah Anda ketahui," ujar Suparman, yang tidak bersedia membeberkan identitas keempat hakim diduga terlibat suap itu.

Dia juga tidak bersedia menyebut nama-nama advokat yang memberikan uang kepada hakim Pengadilan Tipikor Semarang, termasuk nominal uang suapnya.

Ia mengharapkan Mahkamah Agung agar lebih berhati-hati dalam melakukan seleksi terhadap calon-calon hakim tipikor karena hakim ad hoc di Pengadilan Tipikor Semarang kualitasnya sangat parah.

"Jika memberikan sanksi kepada hakim-hakim yang melakukan pelanggaran kode etik tidak hanya dipindah ke daerah lain, tetapi juga memisahkan dengan hakim nakal lain agar tidak menulari hakim yang baik," katanya.

Dia mengaku mendapat protes dari sejumlah kalangan di luar Jawa setelah mengetahui bahwa hakim Lilik Nuraini, yang terbukti melakukan pelanggaran kode etik, dipindahtugaskan menjadi wakil ketua Pengadilan Negeri Tondanp, Sulawesi Utara.

"Mereka protes dan menanyakan mengapa hakim yang bermasalah justru ditempatkan di luar Jawa, bukan hakim yang mempunyai track record baik," ujarnya.

Enam koruptor yang dibebaskan Nuraini selaku ketua majelis hakim perkara korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang itu adalah terdakwa korupsi ganti rugi tanah pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo di Desa Jatirunggo.

Mereka adalah Agus Soekmaniharto, terdakwa kasus pembobolan Bank Jateng, Yanuelva Etliana, terdakwa kasus suap terhadap mantan Bupati Kendal Hendy Boedoro, Suyatno.

Selain itu, terdakwa kasus korupsi kas daerah Kabupaten Sragen, Untung Wiyono, terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan alat pemancar fiktif Radio Republik Indonesia di Purwokerto, Teguh Tri Murdiono, dan terdakwa perkara korupsi serta suap terhadap dua pejabat di Kabupaten Kendal terkait dengan proyek pembangunan Stadion Utama Bahurekso dan SMA Brangsong pada 2004, Heru Djatmiko. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga