Jumat, 31 Oktober 2014

Kemenkeu: pinjaman luar negeri sulit dihilangkan

| 3.592 Views
id pinjaman luar negeri, anggaran negara, bantuan teknis
Kemenkeu: pinjaman luar negeri sulit dihilangkan
Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)
Saat ini, posisi pinjaman luar negeri pemerintah pada Mei 2012 mencapai Rp638,73 triliun, di mana pinjaman bilateral tercatat sebesar Rp334,01 triliun dan lembaga multilateral senilai Rp219,11 triliun.
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah di masa mendatang tidak akan bergantung pada pinjaman luar negeri dan mulai mengurangi secara berkala, meskipun pinjaman tersebut tidak dapat dihilangkan sama sekali.

"Pinjaman bilateral maupun multilateral yang berasal luar negeri sulit dihilangkan. Lembaga multilateral yang memberikan pinjaman juga memberikan bantuan teknis untuk program tertentu dan hal tersebut menjadi satu paket dalam komitmen bantuan pinjaman," demikian dikatakan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto, di Jakarta, Jumat.

Bantuan teknis yang diberikan oleh para ahli dari lembaga pendonor tersebut dibutuhkan oleh negara-negara yang mendapatkan pinjaman. Bantuan tersebut, biasanya terkait perbaikan infrastruktur perdesaan, penanganan korupsi atau peningkatan tata kelola pemerintah yang baik.

"Mereka memberikan pinjaman ke kita tapi kita juga mendapatkan bantuan teknis. Mereka memberikan ahli untuk menangani isu-isu tertentu," ujar Rahmat.

Ia mencontohkan, China hingga kini masih menerima pinjaman dari Bank Dunia, karena membutuhkan bantuan teknis walaupun telah memiliki anggaran negara yang sehat tanpa defisit.

Saat ini, posisi pinjaman luar negeri pemerintah pada Mei 2012 mencapai Rp638,73 triliun, di mana pinjaman bilateral tercatat sebesar Rp334,01 triliun dan lembaga multilateral senilai Rp219,11 triliun.

Tiga negara teratas yang memberikan pinjaman bilateral kepada Indonesia adalah Jepang sebesar Rp289,64 triliun, Perancis sebesar Rp24,08 triliun dan Jerman sebesar Rp20,29 triliun.

Sedangkan lembaga multilateral yang memberikan pinjaman adalah Bank Dunia sebesar Rp115,71 triliun, Bank Pembangunan Asia (ADB) senilai Rp99,02 triliun dan Bank Pembangunan Islam (IDB) sebesar Rp4,38 triliun.

(S034)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga