Jumat, 31 Oktober 2014

Kemenkeu: komitmen pinjaman siaga disepakati pertengahan Juli

| 4.182 Views
id utang negara, pnjaman negara, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto
Kemenkeu: komitmen pinjaman siaga disepakati pertengahan Juli
Rahmat Waluyanto (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma)
Pertengahan Juli kita akan lakukan penandatanganan komitmen itu,"
Jakarta (ANTARA News) - Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan komitmen pinjaman siaga yang diberikan negara donor dan lembaga multilateral senilai 5,5 miliar dolar AS akan disepakati para pertengahan Juli 2012.

"Pertengahan Juli kita akan lakukan penandatanganan komitmen itu," ujarnya di Jakarta, Jumat.

Rahmat memastikan Bank Pembangunan Asia (ADB) akan memberikan komitmen sebesar 500 juta dolar AS, Bank Dunia senilai dua miliar dolar AS dan pemerintah Australia sebesar satu miliar dolar Australia (AUS).

Namun, pemerintah Jepang melalui lembaga keuangan "Japan Bank for International Cooperation" (JBIC) belum memberikan konfirmasi seberapa besar komitmen pinjaman yang akan diberikan.

"Yang JBIC saya belum dapat konformasi, tapi mudah-mudahan mereka memberikan konfirmasi dalam waktu dekat," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo memastikan pinjaman yang akan diberikan ini merupakan dana cadangan siaga sebagai persiapan pemerintah untuk menghadapi krisis global.

Menurut dia, dana seperti ini dapat digunakan apabila pemerintah tidak mampu memenuhi kebutuhan pembiayaan dan defisit anggaran yang diperkirakan mencapai 2,23 persen atau Rp190 triliun makin melebar.

Pinjaman tersebut, lanjut Menkeu, dapat terpakai apabila situasi dan respon Eropa akibat krisis yang terjadi di kawasan tersebut makin memburuk, dan tidak memungkinkan bagi pemerintah untuk menerbitkan obligasi global.

"Cadangan kehati-hatian itu bisa dalam bentuk dana yang ditarik untuk membiayai kebutuhan pembiayaan APBN kita, atau semacam jaminan bagi pemerintah kalau seandainya pemerintah mau masuk ke pasar dan pasar responsnya buruk, maka diberikan jaminan oleh lembaga-lembaga internasional ini sehingga kita bisa akses ke pinjaman," katanya.

Fasilitas pinjaman yang disetujui merupakan bagian dari paket bantuan siaga yang melibatkan pemerintah Jepang, Australia, Bank Pembangunan Asia dan Bank Dunia untuk siaga menghadapi dampak negatif dari gejolak pasar keuangan global terhadap perekonomian Indonesia.

Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari rangkaian upaya pemerintah untuk memperkuat kesiapan dalam menghadapi ketidakpastian yang terus terjadi dalam iklim perekonomian global secara komprehensif dan proaktif.

Upaya-upaya lain yang telah dilakukan pemerintah di antaranya protokol penanganan krisis, kerangka kerja untuk stabilisasi surat utang, kebijakan-kebijakan fiskal yang sesuai dan paket pembiayaan siaga.
(S034/C004)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga