Sabtu, 25 Oktober 2014

Presiden resmikan kawasan wisata terpadu

| 3.790 Views
id presiden, presiden sby, susilo bambang yudhoyono, kawasan wisata terpadu, trans studio bandung,
Presiden resmikan kawasan wisata terpadu
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ANTARA)
Tingkat hunian hotel mencapai 42 persen pada triwulan pertama 2012
Bandung (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu pagi meresmikan kawasan wisata terpadu yang dikelola oleh kelompok usaha CT Corp di Bandung, Jawa Barat.

Kawasan wisata yang diberi nama Kawasan Terpadu Trans Studio Bandung tersebut menempati lahan seluas 10 hektar di kawasan Bandung Selatan tepatnya di Jalan Gatot Subroto Bandung mencakup taman bermain indoor, pusat perbelanjaan dan dua hotel berbintang.

Kawasan itu diharapkan menjadi tujuan wisata di Bandung baik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Presiden dalam acara tersebut didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wagub Jawa Barat Dede Yusuf, pimpinan CT Corp Chairul Tandjung beserta sejumlah menteri antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri ESDM Jero Wacik, Menhub EE Mangindaan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Walikota Bandung Dada Rosada dan sejumlah pejabat lainnya.

Pada Sabtu malam, Presiden juga dijadwalkan menghadiri peluncuran buku biografi Chairul Tandjung terkait peringatan 50 tahun usia pemilik kelompok usaha tersebut.

Dalam sambutannya Wagub Jawa Barat mengatakan setelah pembangunan kawasan wisata terpadu tersebut triwulan I 2012 BI perekonomian Jabar tumbuh 6,2 persen, meski melambat masih berada dalam level yang cukup tingggi.

"Ini dipengaruhi sektor perdagangan, hotel dan restauran yang tumbuh 14 persen. Pertanian juga meningkat," kata Dede Yusuf.

Ia menjelaskan sektor jasa dan perdagangan termasuk sektor yang memberikan sumbangan bagi pertumbuhan dan juga lapangan kerja.

"Tingkat hunian hotel, menunjukkan adanya dukungan terhadap perdagangan. Tingkat hunian hotel mencapai 42 persen pada triwulan pertama 2012," kata Wagub Jabar.

(P008)

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga