Lubukbasung, Sumbar (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengeliminasi 1.286 ekor anjing liar selama periode Januari--Juni 2012 untuk mengurangi kasus rabies di daerah itu.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Agam Andri didampingi Kasi Pengelolaan Lingkungan Usaha Eli Roza di Bukittinggi, kemarin, mengatakan, anjing liar yang dieliminasi tersebut tersebar di beberapa kecamatan.

Kecamatan-kecamatan yakni Baso sebanyak 300 ekor, Tilatang Kamang 160 ekor, Ampek Angkek 240 ekor, Tanjung Mutiara 85 ekor, Lubukbasung 136 ekor, Palembayan 265 ekor, Tanjung Raya 69 ekor, dan Matur 40 ekor.

Sedangkan tujuh kecamatan lainnya yakni Ampek Nagari, Canduang, Banuhampu, Malalak, Ampek Koto, Palupuh, dan Sungai Pua masih dalam proses pelaksanaan eliminasi, dan datanya belum dikirim Unit Pelayan Teknis (UPT) Peternakan.

"Kami masih menunggu data dari setiap kecamatan tersebut," kata Andri.

Menurut dia, dalam melakukan eliminasi pihak UPT Peternakan di kecamatan dibantu wali nagari, jorong, tokoh masyarakat dan pihak kepolisian.

"Daerah eliminasi tergantung permintaan masyarakat. Kami tidak melakukan eliminasi tanpa permintaan dari masyarakat," tambahnya.

Pada 2012 pihaknya menargetkan mengeliminasi 1.500 ekor anjing liar dan diharapkan melebihi target. Sedangkan populasi anjing di Kabupaten Agam sekitar 30.000 ekor.

Eliminasi, jelas dia, dilakukan untuk mengurangi kasus rabies di Kabupaten Agam, karena saat ini terjadi sebanyak 27 kasus gigitan anjing dan sembilan di antaranya positif rabies.

"Ini berdasarkan hasil pemeriksaan yang kita lakukan di laboratorium," tambahnya.

Pada 2011 kasus gigitan anjing liar di daerah itu sebanyak 49 kasus dan 18 kasus di antaranya juga positif rabies.
(KR-IWY/R014)