Bandung (ANTARA News) - Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2012 sebanyak delapan juta orang sehingga dapat menyumbangkan devisa sebesar 9 miliar dolar AS.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meresmikan kawasan wisata terpadu di Bandung, Sabtu, mengatakan, untuk mencapai target tersebut pemerintah akan mengembangkan wisata bertujuan khusus seperti wisata belanja, wisata berbasis alam dan juga wisata berbasis pameran dan konvensi.

"Pariwisata memegang peranan penting dalam sektor ekonomi di tengah situasi perekonomian global yang belum menentu. Sumbangan pariwisata sebesar 4 persen pada PDB dan 9 persen pada PDB jika dihitung dampak multi player. Rasio 1 dari 12 pekerjaan diciptakan secara langsung atau tidak langsung oleh sektor pariwisata," kata Presiden.

Wisatawan nusantara juga memberikan kontribusi yang tidak sedikit terhadap perekonomian nasional.

"Wisatawan Nusantara ditargetkan 245 juta perjalanan dengan pengeluaran mencapai Rp172 triliun. Dampak tidak langsung dari wisatawan yang berkunjung adalah banyak aktifitas di luar bisnis hotel dan restauran. Industri kreatif, fashion, desain dan seni pertunjukkan akan terus berkembang," kata Presiden.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kesempatan itu meminta kalangan usaha untuk turut serta mendorong usaha kecil dan menengah serta koperasi untuk mendapat kesempatan mengembangkan usaha mereka di gerai-gerai yang dimiliki pengusaha besar.

Selain itu, Presiden juga mengharapkan agar fasilitas sarana hiburan yang ada tidak hanya dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas namun juga dapat dinikmati oleh seluruh golongan masyarakat.

"Membantu rakyat kecil disamping ibadah juga memberikan rasa keadilan dan ketenangan hidup," kata Presiden.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu pagi meresmikan kawasan wisata terpadu yang dikelola oleh kelompok usaha Trans Corp di Bandung, Jawa Barat.

(P008)