Kamis, 2 Oktober 2014

Pemkab Wakatobi bangun gedung Museum Rp1,5 miliar

Sabtu, 30 Juni 2012 21:17 WIB | 2.194 Views
Museum itu kami bangun di tengah perkampungan masyarakat suku Bajo di desa Mola Bahari, Wangiwangi Selatan,"
Wangiwangi, Sultra (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), tahun ini membangun gedung Museum penyimpanan koleksi benda-benda bersejarah senilai Rp1,5 miliar.

Bupati Wakatobi, Hugua, di Wangiwangi ,Sabtu, mengatakan, dana pembangunan museum tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Wakatobi tahun 2012.

"Museum itu kami bangun di tengah perkampungan masyarakat suku Bajo di desa Mola Bahari, Wangiwangi Selatan," katanya.

Gedung Meseum megah di tengah perkampungan etnis suku Bajo itu kata dia diberi nama Mesum Terapung, karena lokasi tempat beridirnya gedung tersebut tepat di tengah laut.

Menurut dia, Museum Terapung itu dibangun untuk menyimpan benda-benda peninggalan sejarah dan simbol-sombol budaya masyarakat Wakatobi, baik masyarakat Wakatobi pada umumnya maupun warga suku Bajo Wakatobi.

Selain itu, juga akan menjadi tempat penyimpanan koleksi kerang siput dari berbagai jenis, terutama kulit kerang-kerangan yang menghuni alam bawah laut kawasan Taman Nasional Laut Wakatobi.

"Di Museum itu, juga akan dipajang hasil-hasil kerajinan para pandai besi seperti parang tradisional dan perkakas pertanian atau alat-alat dapur dari bahan besi," katanya.

Diharapkan ujarnya, melalui Museum Terapung ini, pengunjung dapat mengetahui berbagai tradisi budaya masyarakat Wakatobi termasuk etnis Bajo di masa lampau dan perkembangan dari masa ke masa.

"Pokoknya, berbagai tradisi budaya termasuk benda-benda bersejarah yang akan dipajang di museum ini, bisa merekonstruksi kehidupan masyarakat Wakatobi masa lampau," katanya.

Hugua mengatakan, di masa lampau, wilayah kepulauan Wakatobi dikenal dengan kepulauan Tukang Besi dan menjadi bagian dari wilayah administrasi Kesultanan Buton.

Berubah nama menjadi Wakatobi setelah wilayah yang terdiri dari empat pulau besar di sebelah timur Pulau Buton itu, mekar menjadi kabupaten otonom baru di Sultra tahun 2004.

Nama nama Wakatobi diambil dari akronim nama empat pulau yang membentuknya, yakni Pulau Wangiwangi, Kaledupa, Tomia dan Pulau Binongko.
(ANT-299/F002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga