Selasa, 23 September 2014

Islandia menanti seorang lagi perempuan presiden

Minggu, 1 Juli 2012 12:51 WIB | 4.701 Views
Jakarta (ANTARA News) - Rakyat Islandia tengah menggelar pemungutan suara untuk memilih presiden baru mereka di mana incumbent Olafur Ragnar Grimsson sedang mengincar empat tahun kelima masa jabatannya setelah 16 tahun memerintah negeri ini.

Penantangan utamanya adalah Thora Arnorsdottir, seorang wartawati yang juga ibu tiga anak dan masuk dari jalur independen.

Berbagai jajak pendapat mengunggulkan Grimsson.  Total calon presiden kali ini ada enam orang.

Posisi presiden hanyalah perlambang di negeri ini, namun tandatangannya selalu dibutuhkan untuk mensahkan sebuah undang-undang.

Presiden Grimsson (69) dilanda kontroversi karena menggunakan kekuasaanya selam tiga kali untuk menolak RUU yang tak disetujuinya.

Salah satu yang terkenal adalah penolakannya menandatangani proposal penyelesaian utang sebesar 4 miliar euro kepada Inggris dan Belanda akibat utang bermasalah selama krisis keuangan 2008-9.  Untuk upaya ini menjadi populer di kalangan rakyat.

Sementara Arnorsdottir (37) yang adalah wartawan sebuah stasiun penyiaran Islandia, menjanjikan untuk mengembalikan tugas kepresidenan hanya untuk hal-hal seremoni semata, setelah Grimsson malah menggunakannya untuk pendekatan politik.

Berdasarkan satu jajak pendapat sebelum pemilu, 57% responden mengaku akan memilih Grimsson, sedangkan 31% pemilih mendukung Arnorsdottir. Survey lainnya menyebutkan Grimsson mendapatkan 50% suara pemilih, sedangkan Arnorsdottir didukung 37% suara.

Jika nanti terpilih Arnorsdottir akan menjadi perempuan presiden kedua setelah Vigdis Finnbogadottir yang naik berkuasa antara 1980-1996.

Banyak jabatan penting dalam politik Islandia diisi oleh perempuan, termasuk posisi perdana menteri yang diduduki  Johanna Sigurdardottir sejak 2009.

Penerjemah: Tria Dianti

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga